Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Waspadai Ancaman Kekerasan Seksual Lewat Game Online

Ilustrasi. (Dok. MURIANEWS)

MURIANEWS, Jakarta – Ancaman tindak kekerasan seksual terhadap daring lewat aplikasi game harus menjadi perhatian serius. Terlebih ancaman kekerasan dalam aplikasi game itu bisa menyasar anak-anak.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan harus bergerak cepat mencegah meluasnya ancaman tersebut.

“Di era teknologi informasi dan digitalisasi ini, ancaman kekerasan seksual terhadap anak tidak lagi terbatas ruang dan waktu, melalui berbagai aplikasi game yang ditawarkan di dunia maya ancaman itu nyata,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/3/2022).

Disebutkan jika Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam satu webinar pekan lalu mengungkapkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak belum bisa diselesaikan secara tuntas.

Kurangnya literasi orang tua dan anak tentang tindak kekerasan seksual lewat aplikasi game secara daring, memperbesar ancaman tersebut.

“Indikasi yang diungkap KPAI tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan tindakan pencegahan,” katanya.

Upaya menyeleksi secara teknis game-game yang layak untuk anak-anak harus segera dilakukan.

Menurut Rerie panggilan akrabnya, upaya untuk mencegah dan menuntaskan kasus-kasus kekerasan seksual harus berjalan beriringan.

Baca: Ganjar Beberkan 2.257 Warga Jateng Jadi Korban Kekerasan Seksual

Saat ini sedang berlangsung proses legislasi Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) di DPR, yang akan melandasi berbagai upaya mengatasi maraknya tindak kekerasan seksual

Selain itu ia juga berharap upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang ancaman kekerasan seksual terus ditingkatkan.

“Di era teknologi informasi yang semakin maju ini ancaman kekerasan seksual terhadap anak rawan terjadi. Tanpa pengetahuan masyarakat yang memadai terkait ancaman yang dihadapi, kita akan kesulitan menghindarinya,” ujar Rerie, yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Baca: Kecanduan Game Online, Kakak Beradik di Temanggung Nekat Bobol Konter HP

Semua pihak, ujarnya, baik para pemangku kepentingan dan masyarakat harus bersama-sama memberi pemahaman terkait ancaman tindakan kekerasan seksual melalui sosialisasi yang masif mau pun tindakan preventif mencegah peredaran konten-konten yang memicu tindak kekerasan seksual di masyarakat.

”Apalagi, ancaman tindak kekerasan seksual itu sudah mengarah ke anak-anak yang merupakan harapan dan masa depan bagi bangsa,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.