Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bebas dari Penjara, Marzuqi Beri Wejangan Kepada Pejabat

Mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberi ceramah kepada pendukung setianya di halaman rumahnya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Mantan Bupati Jepara dua periode, Ahmad Marzuqi sudah bisa menghirup udara bebas. Dirinya bahkan sudah bisa memberi wejangan-wejangan bagaimana seharusnya menjadi pejabat.

Dengan didampingi istri, anaknya, Ibnu Hajar yang menjadi anggota DPRD Jepara, Haizul Ma’arif sang menantu yang menjabat Ketua DPRD Jepara dan Masykuri, adiknya yang kini menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara, Marzuqi memberi sambutan dan berceramah di depan ratusan pendukung setianya.

“Saya sudah bebas dari tempat pengasingan atau mondok di Masjid Attaubah, Lapas Kelas 1 Semarang (Lapas Kedungpane, red). Ini adalah anugerah,” kata Marzuqi, Minggu (6/3/2022).

Marzuqi mengaku, pada lapas blok tindak pidana korupsi (Tipikor), orang Jepara yang menghuni hanyalah dirinya. Selain itu, penjara diisi orang-orang dari kabupaten atau kota lain di Jawa Tengah.

Marzuqi mengatakan bahwa tak sedikit napi yang dihukum lantaran diduga melakukan korupsi dengan nominal uang yang tidak seberapa. Misalnya kepala desa yang diduga menerima uang Rp 2 juta dijatuhi vonis kurungan satu tahun penjara.

Ada pula, lanjut Marzuqi, pengurus-pengurus sekolah yang diduga bermasalah dengan bantuan Covid-19, dihukum selama beberapa tahun. Padahal usianya sudah tua.

“Kudu sing ati-ati. Makannya yang hati-hati, yang jadi pejabat. Karena saya sudah merasakan sendiri bagaimana rasanya di dalam (penjara, red),” tutur Marzuqi.

Diketahui, pada persidangan tahun 2019 lalu, Marzuqi terbukti bersalah menggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Marzuqi dinilai terbukti memberikan Rp 500 juta dan 16 ribu dolar AS kepada Hakim Lasito yang mengadili perkara praperadilan yang diajukannya.

Uang tersebut diberikan dengan maksud agar hakim mengabulkan permohonan praperadilan atas status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan untuk partai politik di Jepara.

Marzuqi divonis hukuman kurungan penjara selama tiga tahun. Selain hukuman vonis penjara, Marzuqi juga harus membayar denda sebesar Rp 400 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 3 bulan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...