Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Istimewanya Batik di Kudus Ini, Penuh Filosofi

Batik motif parijoto karya Djanoer Batik Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus memiliki batik khas yang sangat indah. Salah satunya batik motif parijoto. Berbagai perajin telah mengembanagkan batik khas ini.

Salah satunya yakni Djanoer Batik Kudus. Galeri batik yang ada di RT 4 RW 7 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus ini mengeluarkan batik parijoto edisi 2022.

“Batik motif Parijoto ini merupakan batik cap. Sebelumnya saya juga sudah membuat batik motif Parijoto di 2021 lalu. Tetapi motif Parijoto yang kedua ini beda. Gambarnya lebih full. Sehingga hampir tak ada sela,” katan Sih Karyadi, Owner Djanoer Batik Kudus, Sabtu (26/2/2022).

Dia melanjutkan, batik motif Parijoto terbaru ini teksturnya lebih kecil dan lembut. Selain motif Parijoto, Sih Karyadi juga menyelipkan motif daun dan bunga yang sedang mekar.

“Motif di sini itu semuanya ada filosofinya. Contoh motif Parijoto ini harapannya di 2022 perekonomian bisa bangkit. Kan Parijoto itu merupakan buah yang terdapat di Gunung Muria. Berkahnya diharapkan oleh banyak orang,” sambungnya.

Baca: Batik Bakaran Khas Pati, Ternyata Ada Kisah di Baliknya

Dia melanjutkan, batik cap Parijoto itu proses produksinya lebih cepat. Namun memang dibutuhkan kejelian karena motifnya lebih padat atau rempet-rempet.

“Dalam sebulan kami mampu memproduksi batik cap Parijoto sekitar 10 kain dengan ukuran 200 x 115 sentimeter. Sedangkan untuk harganya kami Rp 100 ribu per kainnya,” terang Sih Karyadi.

Batik motif rawuh bungah yang dikeluarkan galeri Djanoer Batik Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Selain motif parijoto, ia juga mengeluarkan motif baru Rawuh Bungah. Motif batik ini memiliki filosofi kebahagiaan dan syukur dari Djanoer Batik Kudus yang mampu melewati masa sulit di kala pandemi.

Batik motif Rawuh Bungah merupakan batik tulis produk baru dari Djanoer Batik Kudus. Batik ini memiliki ukuran 225 x 90 sentimeter.

“Motif Rawuh Bungah ini wujud penuangan rasa bahagia saya. Karena keadaan sudah kembali normal. Produksi dan penjualan di Djanoer Batik Kudus kembali normal setelah mengalami masa sulit,” terangnya.

Baca: Strategi Pebatik Kudus Lolos dari Kebangkrutan saat Pandemi

Sih Karyadi melanjutkan, motif Rawuh Bungah ibarat latar atau halaman yang banyak dihiasi tanaman berbunga. Di antaranya motif bunga mawar yang berada di antara ganggang, serta tanaman merambat yang penuh bunga bewarna-warni.

Dia menjelaskan, pilihan warna juga sangat diperhatikan. Tujuannya agar batik motif Rawuh Bungah ini bisa lebih terlihat hidup.

“Di batik motif Rawuh Bungah ini kami selipkan motif beras kecer. Harapannya si pemilik nantinya selalu bahagia dan memiliki rezeki berlimpah,” terang dia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...