Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketahui, Ini Gejala Omicron yang Paling Banyak Dialami Pasien

Ketahui, Ini Gejala Omicron yang Paling Banyak Dialami Pasien
Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus- Kasus positif Covid-19 khususnya varian Omicron terus mengalami peningkatan. Selain menjalani isolasi mandiri, mereka yang terinfeksi Omicron ini harus dirawat di rumah sakit.

Terkait dengan Omicron ini, hendaknya perlu diketahui gejalanya. Dengan demikian, upaya antisipasi dan penanganan bisa dilakukan lebih awal.

Dilansir dari Detik.com, merebaknya varian Omicron di Indonesia, membuat kasus COVID-19 kembali melonjak belakangan ini. Berdasarkan data per Minggu (20/2/2022) tercatat sebanyak 48.484 kasus baru di Indonesia.

Baca juga: Omicron Berbahaya Bagi Orang dengan Kondisi Ini

Adapun gejala Omicron yang ditimbulkan pada pasien umumnya terbilang ringan daripada varian lainnya, seperti Delta. Bahkan, sejumlah pakar mengklaim gejala Omicron mirip dengan flu biasa, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan lainnya.

Menurut aplikasi ZOE COVID Study Inggris, terdapat 13 gejala Omicron yang paling umum dialami oleh banyak pasien. Dikutip dari Deseret News, Minggu (20/2), berikut informasinya:

1. Hidung berair 73 persen

2. Sakit kepala 68 persen

3. Kelelahan 64 persen

4. Bersin 60 persen

5. Sakit tenggorokan 60 persen

6. Batuk terus-menerus 44 persen

7. Suara serak 36 persen

8. Menggigil 30 persen

9. Demam 29 persen

10. Pusing 28 persen

11. Kabut otak 24 persen

12. Nyeri otot 23 persen

13. Kehilangan penciuman dan sakit dada, masing-masing 19 persen.

Meskipun diklaim ringan, gejala Omicron juga bisa berakibat fatal untuk kelompok rentan, seperti lansia (lanjut usia) dan pengidap komorbid. Hal ini pun disampaikan langsung oleh juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi.

”Kita tahu walaupun kematian serta perawatan di rumah sakit akibat Omicron jauh lebih rendah dibandingkan pada saat Delta, tetap akan ada kelompok-kelompok yang berisiko terjadi keparahan dan kematian yaitu kelompok lansia, kemudian kelompok komorbid apalagi komorbidnya lebih dari satu dan tidak terkendali dengan baik,” ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait perkembangan COVID-19 di Indonesia, Rabu (16/2/2022).

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa masyarakat yang belum divaksinasi pun berpotensi mengalami perburukan gejala hingga kematian akibat COVID-19 varian Omicron.

”Dosis kedua dan dosis ketiga saya lihat masih banyak yang di bawah 60 persen, masih rendah,” kata Jokowi, pada agenda peninjauan vaksinasi secara daring, Jumat (18/2/2022).

”Ini saya minta agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali. Karena data terakhir yang saya terima 69 persen yang meninggal adalah karena Omicron adalah lansia yang pertama dan kedua belum divaksinasi,” lanjutnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: detik.com

Comments
Loading...