Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ziarah ke Astana Giribangun, Tempat Peristirahatan Terakhir Mantan Presiden Soeharto

Ziarah ke Astana Giribangun Tempat Peristirahatan Terakhir Mantan Presiden Soeharto

Foto: Area makam Astana Giribangun di Kabupaten Karanganyar, Jateng. (travelingyuk.com/Rizky Nusantara)

MURIANEWS, Kudus- Astana Giribangun adalah sebuah komplek pemakaman bagi keluarga mantan Presiden Soeharto. Kompleks makam ini terletak di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Astana Giribangun yang berada di lereng Gunung Lawu ini merupakan destinasi wisata religi paling terkenal di Kabupaten Karanganyar. Hingga saat ini, masih banyak orang yang melangsungkan ziarah di Astana Giribangun.

Baca juga: Seniman Salatiga Lukis Jokowi Mirip Pak Harto, Ternyata Ini Alasannya

Dikutip dari Solopos.com, orang mengenal Astana Giribangun sebagai lokasi Presiden ke-2 RI, Soeharto dan istrinya, Siti Hartinah atau lebih populer dipanggil Ibu Tien Soeharto, dimakamkan. Selain sebagai makam, Astana Giribangun merupakan sebuah museum bagi keluarga Soeharto. Makam ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang mau berziarah.

Kompleks Astana Giribangun dibangun di atas bukit Ngaglik seluas kurang lebih 4,3 hektar di jalan Astana Giribangun, Dengkeng, Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Sebelum ada Astana Giribangun, di lokasi tersebut terdapat kompleks makam dari keluarga Pura Mangkunegaran, yaitu Astana Mangadeg.

Astaga Giribangun dibangun pada tahun 1974, dan diresmikan pada Jumat Wage tanggal 23 Juli 1976. Di Kompleks ini keluarga mantan Presiden Soeharto atau yang dikenal sebagai keluarga Cendana dimakamkan.

Di dalam astana ini terdapat makam Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Sri Mangkunegara I, yang terkenal dengan Pangeran Samber Nyowo. Pada masa hidupnya sang pangeran ini ialah seorang pendiri Praja Mangkunegaran, sebuah keadipatian tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian timur.

Astana ini memiliki tiga bagian cungkup yang disebut Argotuwuh, Argokembang, dan Argosari. Satu bagian cungkup utama dan dua bagian cungkup lainnya merupakan calon makam yang diperuntukkan bagi keluarga dan para pengurus Yayasan Mangadeg.

Cungkup Argosari merupakan cungkup utama di Astana Giribangun. Di cungkup inilah mantan presiden Soeharto beserta istrinya dimakamkan. Selain itu terdapat juga makam kedua orang tua Ibu Tien yang masih keturunan keluarga Mangkunegaran III.

Cungkup Argokembang merupakan tempat makam yang dikhususkan untuk para pengurus pleno dan seksi Yayasan Mangadeg ataupun keluarga akbar Mangkunegaran lainnya yang dianggap bermanfaat kepada yayasan yang mengajukan permohonan untuk dimakamkan di astana tersebut.

Cungkup Argotuwuh merupakan cungkup terluar dari astana ini, diperuntukkan bagi para pengurus Yayasan Mangadeg atau keluarga besar Mangkunegaran, sama seperti Cungkup Argokembang.

Keistimewaan lain dari Astana Giribangun ini adalah lokasinya yang berada di atas bukit sehingga memiliki pemandangan alam yang indah dan suasananya yang sejuk. Kondisi ini yang membuat suasana nyaman pada saat berada di kawasan kompleks makam tersebut.

Peziarah atau wisatawan yang akan memasuki objek wisata ini akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Sedangkan wisatawan yang menggunakan kendaraan motor akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk mobil dan minibus.

Fasilitas yang terdapat di Astana Giribangun terbilang cukup lengkap seperti tempat parkir, kamar mandi, musala, papan informasi. Astana Girbangun buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

Baca juga: Umur Candi Borobudur Masih Kalah Tua dengan Temuan Perahu Kuno di Rembang

Artikel ini dikutip dari jurnal skripsi berjudul Pengelolaan Astana Giribangun Sebagai Wisata Ziarah karya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Erisa Chintiadevi.

 

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.