Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Inilah Kegiatan Pembalap MotoGP Saat Berada Diluar Lintasan

MotoGP
Marc Marquez memiliki kebiasaan mengendarai motor komersial dalam kehidupan sehari-hari. (facebook.com/marcmarquez93/photos)

MURIANEWS, Jakarta- Berbagai kegiatan dilakukan para pembalap MotoGP saat berada di luar lintasan balap. Usai Tes Pramusim MotoGP Mandalika 2022, sejumlah pembalap melakukan beberapa hal yang cukup menarik.

Pembalap MotoGP tim Aprilia, Aleix Espargaro diketahui mengisi waktu di sela-sela jadwal Tes Pramusim MotoGP Mandalika 2022 dengan berkeliling di sekitar hotel. Bersama asisten pribadinya, Joan Lacueva, mereka menyusuri pulau Lombok dengan menggowes sepeda dan sesekali menggunakan skuter automatic.

Sementara saudaranya, Pol Espargaro, juga mengendarai sepeda motor automatic tim Repsol Honda bersama Marc Marquez saat berkeliling trek sirkuit Mandalika. Hal serupa pun dilakukan oleh pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins.

Alex Rins bahkan sempat kedapatan hanya mengenakan celana pendek dan sendal jepit di area paddock timnya. Dalam sebuah kesempatan, pembalap ini sempat tertangkap kamera melakukan gerakan akrobatik dengan skuter Suzuki Nex II yang disediakan timnya.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Panas, Alex Rins Sampai Harus Berendam di Bak Sampah

Sebagai seorang pembalap sepeda motor, tentunya mengendarai kendaraan roda dua menjadi kemampuan paling dasar. Bagi mereka, yang terbiasa memacu kuda besi di atas 600 cc, tentu bukan hal yang sulit ketika mengendalikan skuter dengan kubikasi mesin yang lebih kecil.

Pembalap Honda, Marc Marquez diketahui memiliki sebuah kebiasaan dalam kesehariannya dengan menaiki sepeda motor komersial di jalanan. Hal itu biasa dilakukannya untuk keperluan sehari-hari.

Marc Marquez mengaku sering berkendara roda dua di luar aktivitas balapannya. Pemegang delapan gelar juara dunia itu mengaku lebih tenang ketika berkendara di luar sirkuit. Ia pun sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar bisa berkeliling dengan teman-temannya.

“Ketika saya berkeliling dengan teman-teman, saya tidak terganggu ketika berkendara di jalan. Saya bahkan ingin mengajak teman-teman untuk balapan di sirkuit,” katanya dilansir dari Marca.

Namun demikian, pembalap yang baru saja berulangtahun ke-29 ini sebelumnya pernah mengaku bahwa dirinya merasa lebih aman mengaspal di sirkuit daripada di jalanan. Padahal ketika balapan, dirinya bisa memacu motornya hingga lebih dari 300 km/jam.

Sirkuit membuatnya merasa nyaman karena sudah terbiasa membalap sejak masih anak-anak. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengendarai sepeda motor di jalan seperti orang-orang pada umumnya.

“Saya merasa lebih aman di trek karena ini sudah saya lakukan sejak masih muda. Lebih jauh dari itu, tingkat keamanan (di sirkuit) saat ini sangat tinggi. Memang akan terus ada risiko, tapi kami akan tetap melaju sebagai profesional,” ujarnya.

Pembalap MotoGP lain yang juga senang mengendarai sepeda motor di jalan raya adalah Jorge Lorenzo. Eks pembalap Tim Yamaha ini malah berseloroh dirinya belum lama melakukan aktifitas ini. anan.

Jorge Lorenzo bahkan mengaku baru mendapatkan SIM sejak dua tahun lalu untuk sepeda motor. Hal itu terjadi setelah berhasil menjadi Juara MotoGP musim 2010.

Pembalap Spanyol ini bahkan mengaku lebih dulu memiliki SIM untuk mengendarai mobil daripada sepeda motor. SIM untuk sepeda motor didapatkannya setelah berusia 23 tahun. Sementara SIM untuk mobil sudah ia simpan ketika menginjak 18 tahun.

“Saya tidak punya sepeda motor karena tidak yakin jika bisa memacu sepeda motor dengan lambat di jalan,” kata Lorenzo dikutip dari GPOne.

Begitulah beberapa kegiatan dari para pembalap-pembalap MotoGP disaat berada diluar lintasan. Mereka melakukan hal-hal biasa seperti kebanyakan masyarakat dalam mengendarai motor.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: GPOne

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.