Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Banyak Pasien Covid-19 di Grobogan Mirip Omicron

Banyak Pasien Covid-19 di Grobogan Mirip Omicron
Ilustrasi Covid19 Omicron. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Grobogan memiliki gejala mirip dengan varian Omicron. Itu diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Grobogan, dr. Djatmiko.

Meski belum ada diagnose resmi dari petugas kesehatan dan hasil pemeriksaan WGS membutuhkan waktu lama, namun, beberapa gejala yang dialami pasien Covid-19 di Grobogan seperti terdapat pada penderita varian Omicron.

Ia pun mengungkapkan, pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) atau tes yang menentukan varian si pasien terbatas. Selain itu, prosesnya juga memakan waktu yang lama.

Baca juga: Omicron Dikabarkan Sudah Masuk Grobogan, Dinkes: Masih Probable

“Jatah WGS satu Jawa Tengah hanya 800. Sampai nanti. Dan ini sudah dipakai 400-an. Bayangkan, itu dibagi dengan 35 kabupaten, dengan sekian rumah sakit. WGS itu kan hanya untuk memastikan ‘oh, ini Omicron, oh ini varian lokal’,” kata dia, Jumat (18/2/2022).

Untuk itu, menurutnya penanganan pada pasien lebih penting ketimbang menunggu kepastian jenis varian yang menjangkiti. Sebab, menurut Djatmiko tak ada perbedaan dalam penanganannya.

“Saya lihat ini mereka yang positif gejalanya ringan-ringan. Paling flu, batuk,” tambahnya.

Meski secara penyebaran lebih cepat, namun kabar baiknya untuk fatality rate (tingkat keparahan) dan mortality rate (tingkat kematian) jauh lebih ringan.

Hal itu salah satunya bisa dilihat dari data kasus harian yang mencapai lebih dari 50 kasus, namun kematian hanya satu kasus, bahkan nol.

“Secara penularan memang lebih cepat. Tapi fatality rate dan mortality rate rendah,” tutupnya.

Djatmiko mengatakan, meskipun risiko keparahan rendah, namun, masyarakat tentu tetap harus memperketat protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi. Dengan begitu, penyebaran virus ini bisa lebih ditekan.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...