Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pasien Isoman di Kudus Akan Digeser ke Isolasi Terpusat

Petugas mengantarkan makanan untuk didistribusikan untuk pasien isolasi di Rusunawa Kudus, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera mengaktifkan kembali isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 tanpa gejala. Pasien yang isolasi mandiri (isoman) akan segera digeser ke lokasi isolasi terpusat.

Dua lokasi pun telah disiapkan untuk menampung mereka. Yakni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan kapasitas 170 orang dan Akademi Kebidanan RSUD Loekmono Hadi Kudus sekitar 90 orang.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, Pemkab akan mulai menyaring pasien isoman yang saat ini menjalani isolasi di rumahnya masing-masing. Pasien yang masih bercampur dengan anggota keluarganya akan diprioritaskan untuk dievakuasi ke isoter Akbid ataupun Rusunawa.

Baca: Covid-19 di Kudus Melonjak, Rumah Sakit Tambah Kapasitas Isolasi

Sebaliknya, pasien yang rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dalam artian tidak bercampur keluarga lainnya, maka dipersilahkan untuk isoman di rumah.

“Akan kami verifikasi nanti semua pasien yang saat ini isoman, kalau isomannya masih serumah dengan keluarga, maka akan kami evakuasi ke isoter,” ucap Hartopo, Kamis (16/2/2022).

Hartopo mengatakan, pasien isoman yang akan dibawa ke isoter tidak perlu khawatir akan kebutuhannya. Baik dari segi sarana hingga kebutuhan makan dan medis mereka akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Nakesnya nanti di sana ada, mereka di sana untuk memantau kesehatan pasien, jadi tidak usah khawatir,” pungkas Hartopo.

Baca: Kena Covid-19, Investor Tiongkok Batal Datang ke Kudus Pekan Ini

Berdasar data dari corona.kuduskab.go.id per Rabu (16/2/2022) sendiri, jumlah kasusnya telah mencapai 285 pasien.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 239 pasien menjalani isolasi mandiri dan 46 pasien sisanya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Jumlah tersebut dimungkinkan akan bertambah lagi dikarenakan masih ada 90 suspek yang kini masih menunggu hasil swab PCR-nya.

“Karena saat ini sedang ada peningkatan kasus maka kami juga menginstruksikan untuk semua rumah sakit menambah kapasitas isolasi,” tandas Hartopo.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...