Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BINDA Jateng: Gejala Omicron Ringan Tapi Penularan Tinggi

BINDA Jateng: Gejala Omicron Ringan Tapi Penularan Tinggi
Seorang anak di Kudus menjalani vaksinasi BINDA Jateng, Selasa (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Tengah mengingatkan bila gejala pada Covid-19 varian Omicron cukup ringan. Namun, tingkat penularannya tinggi.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala BINDA Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Selasa (15/2/2022).

Walau demikian, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Kudus untuk tidak panik dalam menghadapi lonjalan kasus atau malah gelombang tiga Covid-19 yang tengah terjadi.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan hingga vaksinasi dapat jadi tameng menghadapi lonjakan ini.

Baca juga: Ini Gejala Omicron Pada Anak, Moms Wajib Tahu

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak gampang percaya berita hoax dan menjalankan vaksinasi,” imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, BINDA Jawa Tengah juga terus menggelar vaksinasi massal di sejumlah daerah untuk anak atau pelajar usia 6 sampai 11 tahun dan masyarakat di sembilan wilayah di Jawa Tengah sebanyak sepuluh ribu dosis.

Di Kabupaten Kudus, BINDA Jateng tercatat telah mendirikan puluhan sentra vaksinasi. Adapun, vaksin yang digunakan untuk anak adalah jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM.

“Kami prioritaskan pada masyarakat rentan, anak usia 6 sampai 11 tahun, dan kategori lansia, kami menggunakan vaksin jenis Sinovac yang sudah teruji BPOM,” Imbuhnya.

Sonda pun memastikan BINDA Jateng akan terus berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi varian baru yang kini telah masuk ke wilayah. Salah satu caranya adalah dengan percepatan vaksinasi tersebut.

“Kami mendukung terciptanya kekebalan kelompok sehingga masyarakat tahan terhadap virus covid 19 yang terus bermutasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.