Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Waspada! Transmisi Lokal Omicron Diduga Sudah Terjadi di Kudus

Waspada! Transmisi Lokal Penularan Omicron Diduga Sudah Terjadi di Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Transmisi lokal penularan Covid-19 varian Omicron diduga sudah terjadi di Kabupaten Kudus. Dugaan itu diungkapkan Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (15/2/2022).

Menurutnya, itu dimungkinkan karena berkaca dari temuan kasus Omicron yang muncul beberapa waktu lalu. Pasien Omicron itu telah meninggal.

Ia tidak memiliki riwayat perjalanan luar daerah dan tidak ditemukan kontak erat pelaku perjalanan.

Baca juga: Waspada! Omicron Sudah Terdeteksi di Kudus

“Sehingga kemungkinan sudah ada transmisi lokal. Kasus di skala nasional saja kami yakin banyak yang varian omicron juga,” ujar Hartopo saat saat ditemui awak media di Gedung JHK Kudus, Selasa (15/2/2022).

Tak hanya itu, Hartopo mengungkapkan saat ini banyak pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan maupun minim mobilitas juga tertular Covid-19.

Dia menduga berasal dari anggota keluarga lainnya yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga menyebabkan transmisi lokal.

Baca juga: Pasien Omicron Kudus Belum Vaksinasi Covid-19

“Sehingga cukup banyak klaster rumah tangga walau juga ditemukan klaster sekolah hingga pabrik,” ungkapnya.

Diketahui, varian baru Covid-19 Omicron telah terdeteksi di Kabupaten Kudus. Itu diumumkan Bupati Kudus pada Jumat (11/2/2022). Atas temuan itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hartopo mengatakan varian tersebut menjangkiti seorang pasien yang sudah lanjut usia (lansia) dan memiliki komorbid. Pasien tersebut sudah meninggal dunia sekitar awal Februari lalu.

Status jenis varian yang menjangkiti pasien sendiri baru keluar 9 Februari 2022. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengirimkan sampel pasien untuk diuji menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) pada akhir Januari, sebelum pasien meninggal dunia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...