Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Valentine Day Tak Bisa Dipisahkan dengan Coklat, Ini Sejarah Panjangnya

Valentine Day Tak Bisa Dipisahkan dengan Coklat Ini Sejarah Panjangnya

Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus- Valentine day atau hari Valentine biasa diperingati setiap tanggal 14 Februari. Pada momen hari kasih sayang ini biasanya ada hadiah yang diberikan pada orang yang dicintai.

Ada beragam hadiah yang biasa diberikan. Namun, hadiah yang paling sering dan lazim diberikan adalah coklat. Dari kebiasaan inilah, hari Valentine selalu diidentikan dengan coklat.

Pemberian hadiah berupa coklat ini ternyata sudah muncul cukup lama. Begini sejarah panjangnya seperti dirangkum dari Suara.com.

Baca juga: Liburan Saat Valentine, Empat Tempat Romantis ini Bisa jadi Pilihan

Sebenarnya, kotak berbentuk isi hati yang diisi coklat merupakan tradisi yang relatif baru. Meski demikian, ikatan antara coklat dan cinta sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Mengutip dari Eat This, Bangsa Maya disebut menghargai keajaiban coklat saat mereka meminumnya. Selain menggunakannya dalam upacara keagamaan, coklat merupakan budaya pertama yang menghubungkan dengan cinta.

Beberapa upacara pernikahan yang dilakukan suku Maya adalah ritual, di mana pengantin secara seremonial mulai menyesap coklat. Meskipun coklat menjadi populer di seluruh Eropa Barat setelah diperkenalkan oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16, harga coklat terbilang mahal sehingga hanya dikonsumsi oleh para orang kaya.

Memasuki pada pertengahan abad ke-19, perusahaan Inggris JS Fry & Sons menciptakan coklat batang pertama. Dalam tujuh tahun kemudian, perusahaan ini mulai memproduksi kotak buah, ganache dan juga coklat isi kacang berbentuk hati, di mana coklat ini menjadi lambang untuk hadiah di Hari Valentine.

Mengutip dari Chocolate Fetish, walaupun Hari Valentine tidak selalu tentang hari cinta dan juga romansa, selama tahun 1840-an orang-orang Victoria menyukai gagasan untuk menunjukkan rasa kasih sayang, salah satunya lewat hadiah.

Menurut sejarahnya, Richard Cadbury yang merupakan pewaris perusahaan manufaktur coklat terkenal, mulai melihat peluang besar untuk memanfaatkan coklat dan Hari Valentine.

Baca juga: Umur Candi Borobudur Masih Kalah Tua dengan Temuan Perahu Kuno di Rembang

Pada masa itu coklat dikonsumsi lewat minuman. Tapi kemudian, Cadbury menemukan cara baru untuk mengekstrak mentega kakao murni. Dan dari situ, karena kisah Cupid sangat populer dan para ksatria dikenal memberikan bunga kepada perempuan mereka, Cadbury memilih untuk menggunakan pengetahuan ini untuk keuntungan perusahaannya.

Dari perusahaannya, mereka mulai menjual coklat dalam kotak berbentuk hati, yang dihiasi dengan gambar mawar dan Tuhan bersayap kecil, untuk menciptakan hubungan antara coklat dan cinta. Baru kemudian hal tersebut populer di seluruh dunia.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: suara.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.