Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Fakta-Fakta Kecelakaan Karambol di Sekuro Jepara

Fakta-Fakta Kecelakaan Karambol di Sekuro Jepara
Kecelakaan karambol di Sekuro, Mlonggo, Jepara, Kamis (10/2/2022). (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kecelakaan karambol terjadi di Jalan Jepara-Pati, Kamis (10/2/2022). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan empat kendaraan.

Sebuah bus jurusan Jepara-Pati menabrak tiga kendaraan di KM 13, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo. Bus tersebut menabrak dua mobil dan satu kendaraan roda dua.

Bus tersebut rencananya menuju ke arah Pati. Tujuh penumpang di dalamnya dan selamat. Namun, pengendara motor dan penumpangnya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Kecelakaan Karambol di Jalan Jepara-Pati

Berikut adalah fakta-fakta kecelakaan karambol itu:

1. Stir bus terkunci

Solikin, kernet Microbus bernomor polisi K 7057 BC mengaku stir bus terkunci setelah melewati lubang jalan yang berada sekitar 20 meter sebelum tempat kejadian perkara (TKP).

Kejeglong di lubang itu. Terus stirnya ngunci. Mengarah ke sisi kanan tak bisa dikendalikan. Saya bilang awas, awas,” kata Solikin.

Baca juga: Duar! Kecelakaan Karambol Jalan Jepara-Pati Terdengar 50 Meter

2. Menabrak tiga kendaraan beruntun

Salah seorang saksi, Supriyanto, mengatakan bus melaju dengan kecepatan tak begitu kencang itu oleng. Kemudian bus menghantam mobil granmax pada sisi sebelah kanan, lalu sepeda motor Honda Scoopy, dan terakhir Daihatsu Espass.

“Tiga kali, suara benturannya keras sekali. Yang ke empat bus menabrak tembok lalu berhenti,” kata Supriyanto.

3. korban langsung terkapar

Supriyanto mengungkapkan, pengendara mobil granmax sempat berhenti sebelum akhirnya pergi entah kemana. Sedangkan, di depannya persis, pengendara Honda Scoopi langsung terkapar.

Baca juga: Detik-Detik Kecelakaan Karambol di Jepara

Pengendara motor Risna Ristiana terpental dua meter dari motornya dan langsung tengkurap. Sedangkan anaknya Bahtiar, terpental sekitar empat meter lalu menghantam tembok di depan toko milik Supriyanto. Keduanya merupakan warga RT 08/RW 2, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo.

“Kondisi ibunya mengeluarkan darah dan tengkurap. Dan anaknya dari telinga keluar darah. Wajahnya enggak. Posisi helmnya pecah. Yang anaknya enggak bawa helm. Pakai seragam sekolah,” ungkap Supriyanto.

4. Sopir Daihatsu Espass Selamat tanpa luka

Edi, sopir Daihatsu Espass, mengatakan mobilnya terpental sekitar lima meter setelah dihantam bus. Saat itu, mobilnya sudah berada di sisi paling pinggir bahu jalan.

Dia sendiri melihat ada bus yang menabrak dua kendaraan di depannya itu. Namun, dia sudah tidak bisa berbuat apapun untuk menghindar.

Kemudian, bus yang menabrak tanpa kendali itu menghempaskan mobil Edi sampai tercebur ke dalam parit dengan kedalaman sekitar tiga meter. Mobilnya rusak parah. Bagian depan dan samping kanan ringsek.

“Pintu mobil hancur. Untung saya bisa keluar dari pintu belakang. Saya tidak kenapa-kenapa. Tidak ada luka,” kata Edi yang merupakan warga Jepara Kota ini.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.