Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tampil Necis, Dagangan Penjual Rujak di Purwodadi Grobogan Ini Laris Manis

Tampil Necis, Dagangan Penjual Rujak di Purwodadi Grobogan Ini Laris Manis
Susilo, penjual rujak di Jalan Untung Suropati, Purwodadi yang laris manis. (MURIANEWS/Saiful Anwar).

MURIANEWS, Grobogan – Penjual rujak di Jalan Untung Suropati, Purwodadi, Grobogan ini tampil beda dari yang lainnya. Penampilannya benar-benar diperhatikan dan jadi perhatian warga.

Ia berjualan menggenakan kemeja lengkap dengan dasi yang melekat, celana jeans dan memakai ikat pinggang serta memakai sepatu. Rambutnya pun dipotong cepak rapi.

Susilo namanya. Ia warga Lingkungan Plendungan, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Sudah 15 tahun Susilo berjualan rujak.

Baca juga: Pernah Lihat Penjual Cilok Keliling yang Keren Seperti Ini? Ini Cuma Ada di Grobogan

Susilo mulai berdagang mulai pukul 09.00 WIB dan mendorong gerobaknya ke Jalan Untung Suropati sebelah timur Polres Grobogan. Biasanya, ia membawa dua kuintal buah.

Susilo menjajakan dagangannya sampai pukul 14.00 WIB atau 14.30 WIB. Dan, hanya lima jam saja, buah dua kuintal yang dibawanya selalu habis.

“Biasanya jam 2 (pukul 14.00), kadang setengah 2 (13.30) sudah habis,” kata Susilo sembari melayani pelanggannya, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Makin Digemari,  Usaha Jualan Es Dawet Ireng Kian Prospek di Grobogan

Dua kuintal buah itu terdiri dari 10 jenis. Yakni, semangka, belimbing, jambu biji, melon, nanas, mangga, mentimun, bengkoang, kedondong dan pepaya.

Namun pembelinya boleh memilih buah apa saja yang tidak dipilih. Pilihan buah selalu disesuaikan permintaan pembeli.

“Ciri khasnya itu 10 macam buah. Sebungkus Rp 10 ribu,” katanya.

Sebelum mangkal di Jalan Untung Suropati, Susilo berdagang di pinggir Jalan R Soeprapto Purwodadi. Namun, karena jalan tersebut dibuat satu arah, ia pun pindah.

“Di Jalan Suprapto sudah 12 tahun. Di sana kan dijadikan satu arah, terus pindah ke sini sudah tiga tahunan,” tambah Susilo.

Penampilannya yang rapi dan necis itu memberinya berkah. Para pembeli rujak bikinannya pun rela mengantre. Bahkan, sangat jarang pelanggannya membeli sebungkus saja.

Susilo mengaku sehari rata-rata, dua kuintal buah itu bisa jadi 170 bungkus rujak. Jika ditotal, ia mengantongi 1,7 juta sehari jika dagangannya ludes terjual.

Ditanya soal tampilannya, Susilo hanya ingin tampil beda saja dengan pedagang rujak yang lain. “Biar tampil beda saja,” kata Susilo.

Pelanggannya pun dari berbagai kalangan. Dari anak sekolah, tukang ojek, ibu rumah tangga, juga pekerja kantoran. Selama satu jam pengamatan Murianews, pelanggan tampak selalu datang tiada habis-habisnya. Susilo pun tak sempat rehat sejenak.

Salah satu pembeli, Rudi, mengaku tahu penjual rujak 10 macam buah ini dari rekannya. Menurutnya, dengan banyak buah, semakin membuat tubuh sehat.

“Banyak buahnya kan banyak pilihannya. Semakin sehat. Penampilan bapaknya ini unik, pakai dasi kayak bukan penjual rujak,” katanya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...