Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ledakan di Klambu Grobogan, ESDM: Tidak Mungkin Hanya Karena Belerang

Ledakan di Klambu Grobogan, ESDM: Tidak Mungkin Hanya Karena Belerang
Penampakan bagian depan rumah yang menjadi lokasi ledakan di Desa/Kecamatan Klambu. Berat belerang yang disita pihak kepolisian masih menjadi misteri hingga hari ini. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Peristiwa ledakan di sebuah rumah di Desa Klambu, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan yang terjadi pada Jum’at (28/1/2022) turut menjadi perhatian banyak pihak.

Perhatian itu datang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendang Selatan. Itu terkait apakah belerang memang menjadi bahan pokok peledak? Apakah belerang memang efektif mengusir kelelawar?

Dikatakan Kasi Geologi, Mineral dan Batubara Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Budi Setiawan, sebuah ledakan dengan daya ledak seperti di Desa Klambu itu tidak mungkin hanya disebabkan belerang semata.

Baca juga: Sudah Tiga Hari, Lokasi Ledakan di Klambu Grobogan Masih Dijaga Aparat

Ia menduga, ada campuran bahan lain yang menjadikan daya ledaknya cukup besar. “Kalau itu jelas tidak mungkin belerang murni. Pasti ada campuran lain yang menimbulkan daya ledak,” kata Budi, Rabu (2/2/2022).

Contoh campuran bahan yang dimaksud Budi itu, antara lain, potassium, nitrogen, solar, atau bahan lain. Meski begitu, dia mengaku tak terlalu mengerti detailnya.

Baca juga: Korban Ledakan di Grobogan Dapat Bantuan

“Ya ada potassium, nitrogen, solar, dan lain-lain. Tapi lebih tepatnya orang yang basiknya kimia yang lebih paham. Saya nggak begitu mengerti,” tambahnya.

Saat ditanya lebih lanjut soal belerang sebagai bahan pengusir kelelawar, Budi meminta agar semua pihak menunggu penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian.

“Kalau dalam kasus seperti berita itu, biar penyeledikan dan penyidikan yang memberikan keterangan. Karena sudah ditangani Polda,” tutupnya.

Sementara itu, peristiwa ledakan di kompleks pondok pesantren itu sudah lima hari berlalu. Meski begitu, pihak kepolisian belum bersedia memberikan komentar lebih detail terkait barang bukti yang disita, terutama berat belerang yang diamankan.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...