Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diduga Ada Oknum Pemerintah Blora Nikmati Pungli Pasar, Ini Kata Bupati

Diduga Ada Oknum Pemerintah Blora Nikmati Pungli Pasar, Ini Kata Bupati
Bupati Blora Arief Rohman. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Diduga ada oknum pemerintah Kabupaten Blora yang turut menikmati pungli di Pasar Randublatung, Kabupaten Blora. Itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto.

Dalam penyelidikan yang dilakukannya, aliran pungli itu mengalir ke bendahara pasar dan salah satu oknum pegawai pemerintahan berinisial K.

“Uang dari para pedagang tersebut kemudian disetorkan kepada bendahara pasar. Namun, ada juga oknum pegawai pemerintah yang mendatangi para pedagang untuk mengangsur kekurangannya,” ujarnya.

Baca juga: Diduga Ada Oknum Pemerintah di Kasus Pungli Pasar Randublatung Blora

“Angsuran ini ada yang diterima oleh salah satu pegawai inisial K, dan ini tidak disetor ke bendahara. kami akan kaji terkait aliran dana ini,” lanjutnya dia.

Menanggapi itu, Bupati Blora Arief Rohman secara tegas akan memberi sanksi tegas pada oknum ASN di pemerintahannya yang melakukan pungli.

Menurutnya, ada sejumlah oknum di pasar yang diduga melakukan pungli terhadap para pedagang. Seperti contoh yang terjadi di pasar daerah Randublatung.

“Saya minta soal pasar ini saya serius untuk melakukan pembenahan ya, jadi kalau ada pungli ya kita akan tindak tegas pegawai kita,” ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan polres Blora terkait dugaan tindak pidana tersebut.

“Dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Polres Blora terkait adanya dugaan pungli dan kami coba untuk koordinasi dengan pengelola Pasar Wulung (Pasar Randublatung), apakah memang ada bukti-bukti terkait dengan anggota saya dan sebagainya,” ucap Luluk

Luluk mengatakan pihak kepolisian telah mempunyai bukti-bukti yang mengarah adanya dugaan tindak pidana tersebut.

“Karena kami mendapatkan informasi sudah ada bukti-bukti yang ada di pihak polres, dan kami juga akan laporkan ke pembinaan internal,” kata dia.

Luluk menyebut kios pasar yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan, tapi belum diserahkan ke dinas kabupaten maka pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk melakukan retribusi.

Sementara itu untuk kasus pasar Blora masih terus berjalan dalam penanganannya. Tak hanya itu, pihaknya juga masih dalam tahap menerima sanggahan masukan dari pedagang. Dengan tujuan untuk menjaga menjalin komunikasi antara pedagang dan dinas.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.