Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BNPT Sebut 198 Ponpes di Indonesia Berafiliasi dengan Jaringan Teroris

BNPT Sebut 198 Ponpes di Indonesia Berafiliasi dengan Jaringan Teroris
ILUSTRASI

MURIANEWS, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada sebanyak 198 pondok pesantren (ponpes) yang berafiliasi dengan jaringan teroris. Data tersebut diperoleh dari intelejen yang validitasnya tidak diragukan.

Jumlah tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan ada juga yang sudah terafiliasi secara ideologi.

“Terafiliasi 198 itu antara lain bisa jadi terafiliasi secara ideologi tadi. Kedua, bisa jadi mereka terafiliasi memang ada kolaborasi, ada koneksi ataupun kerja sama antara mereka,” kata Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Ahmad Nurwakhid dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (28/1/2022).

Baca: Tangkal Radikalisme dan Terorisme, Polri akan Petakan Masjid

Selain itu, kata dia, terdapat juga sejumlah jaringan teroris yang eksis di Indonesia mendirikan pondok pesantren untuk mengembangkan ajarannya secara terselubung. Kegiatan ponpes itu kemudian disamarkan sehingga tak terlihat terkait dengan suatu kelompok teroris tertentu. Mereka berkamuflase sebagai salah satu upaya untuk memuluskan agendanya.

BNPT menilai, beberapa pengurus yang bertugas di Ponpes tersebut diantaranya merupakan anggota aktif yang tergabung dalam organisasi teroris tertentu.

Baca: Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di 3 Tempat di Jateng

“Pesantren ini dibangun jaringan teroris tapi berkamuflase. Mereka dirikan seolah-olah moderat atau dengan cara-cara legal, seperti JI (Jamaah Islamiyah). Kan, banyak seperti itu. Ini namanya strategi tamkin, atau taqiyyah atau menyamar. Bersembunyi atau berkamuflase untuk menyembunyikan agendanya,” tambah dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...