Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Gubernur Sumbar Belajar Tangani Kemiskinan ke Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, datang ke Jawa Tengah untuk belajar dengan Ganjar Pranowo untuk belajar dengan program-program pengentasan kemiskinan.

Gubernur Mahyeldi juga mengajak para pejabatnya untuk datang ke Pemprov Jateng. Kesuksesan Jateng menurunkan angka kemiskinan yang membuat para pejabat dari Sumbar ini tertarik.

“Kedatangan kami ke Jawa Tengah menemui Pak Ganjar karena melihat banyak prestasi yang telah diukir Jateng dalam berbagai hal, makanya kami datang ke sini untuk belajar salah satunya terkait penanganan kemiskinan,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, angka kemiskinan di Sumbar meningkat tajam saat pandemi melanda. Sehingga diperlukana langkah cepat.

Langkah cepat ini menurutnya telah dilakukan Jawa Tengah untuk mengatasi kemiskinan, dan ini yang membuatnya tertarik.

“Di Jateng ini Pak Ganjar sudah melakukan banyak hal, memberdayakan BUMN melalui CSR nya, Baznas, menggerakkan OPD beliau untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan. Ini tentu pengalaman baru bagi kami yang bisa diterapkan di Sumbar,” jelasnya.

Baca: Ganjar Sebut Angka Kemiskinan Ekstrem di Jateng Turun, Ini Sebabnya

Sementara itu, , Ganjar Pranowo mengatakan, persoalan kemiskinan memang menjadi momok setiap kepala daerah selama pandemi. Di Jateng saja lanjut dia, angka kemiskinan naik tajam periode September 2019.

“Pak Wapres beberapa waktu lalu datang ke Jateng dan meminta kita menyelesaikan kemiskinan ekstrem hanya dalam waktu tiga bulan. Ada lima kabupaten yang menjadi pilot project, dan dari pusat hanya diberi top up sebesar Rp 300 ribu. Saya katakan, itu kurang, karena rumahnya harus layak, ada fasilitas air bersih, listrik dan lain yang harus dipenuhi sebagai pemenuhan indikator,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya menggenjot pengentasan kemiskinan dengan berbagai program. Di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan fasilitas air bersih, jamban, listrik dan lainnya.

“Kami tidak bisa kalau hanya menggunakan APBD, makanya kami optimalkan CSR, Baznas serta filantropi. Di Jateng ini kami wajibkan satu OPD mendampingi satu desa binaan dan menyelesaikan kemiskinan di sana,” jelasnya.

Baca: Horok-horok dan Sejarah Kemiskinan Rakyat Jepara Era Penjajahan Jepang

Selain itu, program-program lain juga digenjot seperti membuat fasilitas pendidikan gratis bagi siswa miskin dengan SMK Jateng. Dengan peningkatan pendidikan itu, diharapkan anak-anak miskin bisa memperbaiki kehidupan ekonomi keluarganya.

“Kami juga berikan pendampingan pada UMKM, pengembangan desa wisata untuk menggairahkan ekonomi di pedesaan serta kegiatan-kegiatan lain. Intinya menyelesaikan kemiskinan itu tidak hanya satu faktor, namun banyak faktor yang harus digarap secara bersama-sama,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...