Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Korban Angin Puting Beliung Srikandang Jepara: Kula Mboten Saget Ting Pundi-Pundi

Korban Angin Puting Beliung Srikandang Jepara : Kula Mboten Saget Ting Pundi-Pundi
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat mendengarkan cerita Sutimah, korban angin puting beliung di Desa Srikandang, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Bencana angin puting beliung melanda Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Rabu (26/1/2022). Sebanyak 30 rumah rusak akibat bencana tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat tengah malam atau sekitar 01.15 WIB. Di mana, saat itu, warga tidur masih tertidur pulas. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Salah satu rumah yang jadi korban yakni, milik pasangan lansia, Salamun dan Sutimah, warga RT 2 RW 1. Genteng dan atap rumahnya pun rusak setelah diterjang angin putting beliung itu.

Saat peristiwa terjadi, pasangan lansia ini mengaku hanya bisa pasrah berserah diri kepada Allah SWT. Sebab, peristiwanya begitu cepat dan mengerikan.

Saat dikunjungi Bupati Jepara, Dian Kristiandi, Sutimah menceritakan saat ia dan suaminya masih tertidur pulang. Namun, ia terbangun karena mendengar suara angin sangat kencang.

Baca juga: Korban Puting Beliung di Srikandang Jepara Dapat Bantuan

Bahkan atap rumahnya yang terbuat dari asbes sampai terhempas. Keduanya pun terpaku di atas kasur karena saking takutnya.

Angine kenceng sanget (anginnya kencang sekali) pak. Kula boten saget ten pundi-pundi (Saya tidak bisa ke mana-mana) tetap di kasur dan pasrah. Alhamdulillah, taseh selamet (masih selamat),” kata Sutimah kepada bupati.

Kesaksian serupa juga diungkapkan Mustajab, warga RT 2 RW 3 desa setempat. Genteng rumah milik Mustajab rusak bertebaran dihempas angin puting beliung. Bahkan, sebagai atap rumahnya ambrol karena dihempas angin puting beliung.

Andi, sapaan Dian Kristiandi pun berusaha menentramkan hati warganya itu. Ia berpesan agar semuanya tidak perlu disesali, yang penting selamat.

Wes ora usah digetuni (sudah tidak usah disesali), seng penting semuanya selamet (yang penting semua selamat),” ungkap Andi.

Baca juga: Pemkab Jepara Siapkan Ini Agar Pada Mau Divaksin

Kehadiran Bupati Jepara di tengah warga yang terkena musibah itu karena ingin memastikan para korban yang terdampak bencana ini tertangani dengan baik.

Pemkab Jepara bersama Baznas, dan PMI siap membantu warga yang kesusahan. Bupati juga menghimbau agar masyarakat dapat saling bergotong-royong membantu.

Petinggi Desa Srikandang Sohib mengatakan, dari data yang dimilikinya, total ada 31 rumah warga dan tiga fasilitas umum rusak akibat bencana tersebut. Tingkat kerusakannya mulai dari ringan hingga berat.

“Untuk rusak berat 7 rumah, sedang 8 rumah, dan ringan 18 rumah. Sementara fasilitas umum yaitu, Musala Al Husaini RT 02 RW 01, Masjid Baitul Muqoddas RT 02 RW 03 dan Pos PAUD Bunda Srikandi,” kata dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...