Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Inovasi Sampah Jadi Pembangkit Listrik di Surakarta Siap Diserap PT PLN

Inovasi Sampah Jadi Pembangkit Listrik di Surakarta Siap Diserap PT PLN
Direktur PLN saat berdama Gibran (CNNIndonesia.com)

MURIANEWS, Jakarta- Inovasi adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berada di Surakarta menjadi terobosan baru dalam dunia kelistrikan. Apalagi, PT PLN (Persero) juga siap untuk menyerap PLTSa sebagai upaya untuk peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pembangunan PLTSa Surakarta yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo merupakan bagian dari program pemerintah yang menargetkan pengoperasian 12 PLTSa di seluruh Indonesia.

Selain PLTSa Surakarta, PLN juga sudah berkontrak dengan 2 PLTSa lainnya. Pertama, PLTSa Benowo di Surabaya sudah COD pada Maret tahun lalu. Kedua, PLTSa di Jakarta yaitu PLTSa Sunter juga sedang dalam tahap pemenuhan prasyarat kontrak.

“Sehingga kami mendorong agar PLTSa di Surakarta ini bisa segera selesai dengan target yang sudah direncanakan. Nantinya PLTSa ini akan menjadi benchmark bagi 10 lokasi lainnya,” ujar Arifin dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (27/1/2022).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLTSa berkapasitas 5 megawatt (MW) ini akan menggunakan bahan bakar sampah yang dikelola oleh masyarakat.

BacaPT PLN (Persero) Punya Utang Rp 430 Triliun, Alasan Tarif Listrik Naik?

Memanfaatkan teknologi gasifikasi plasma, sampah rumah tangga yang menjadi masalah lingkungan bisa diolah menjadi bahan baku listrik yang ramah lingkungan.

Meskipun melalui proses pembakaran, penggunaan sampah sebagai bahan energi tidak akan mencemari lingkungan sekitar, karena gas yang dihasilkan bebas dari bahan kimia maupun kandungan lainnya yang berbahaya.

“Pembangunan PLTSa Surakarta adalah salah satu yang paling urgent dan menjadi fokus perhatian kami dalam jangka pendek. Sebab, melalui proyek ini menjadi langkah dalam mencapai net zero emission di 2060 mendatang,” ujar Darmawan.

BacaPLN Padamkan Sejumlah Wilayah Kota Semarang Hari Ini

Dia konstruksi proyek senilai Rp 330 miliar ini sudah mencapai 67,84 persen. Ditargetkan, pembangkit yang berada di TPA Putri Cempo Surakarta ini sudah bisa beroperasi secara penuh pada Desember 2022.

PLN dan pengembang PLTSa Putri Cempo yaitu PT Solo Citra Metro Plasma Power sebelumnya telah menyepakati harga jual beli listrik sebesar 13,35 sen dolar AS per kwh atau setara Rp 1.800 per kWh. Sebagai pembeli, PLN siap menyerap listrik untuk disalurkan ke masyarakat luas.

“Kami dari sisi PLN all-out dalam mendukung sisi teknis dan kebutuhan-kebutuhan pembangunan PLTSa,” tambah Darmawan.

 

Penulis: Cholid Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...