Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Selain Kerangkeng, Bupati Langkat Punya Satwa Langka yang Dilindungi Negara

Setelah Kerangkeng Perbudakan Bupati Langkat Punya Satwa Langka yang Dilindungi Negara

petugas BKSDA membawa orang utan dari rumah terbit (tangkapan layar)

MURIANEWS, Jakarta- Setelah mempunyai kerangkeng manusia yang diduga untuk praktik perbudakan, Bupati Langkat Terbit Rencana panangin Angin juga mempunyai satwa langka yang dilindungi oleh negara. Setidaknya ada tujuh hewan langka yang dimiliki tersangka kasus suap tersebut.

Karena itu, petugas Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menyita sejumlah satwa langka dan dilindungi dari rumah Terbit Rencana Peranginangin.

dilansir dari tempo.co, satwa yang ditemukan seekor Orang Utan Sumatera berusia sekitar 15 tahun di dalam kerangkeng, seekor monyet hitam Sulawesi, dua ekor Burung Jalak Bali, seekor Burung Enlang Rangkong dan dua ekor burung Beo.

Baca: Kerangkeng Perbudakan Milik Bupati Langkat Tak Mengantongi Izin

BBKSDA menyita satwa tersebut karena masuk dalam kategori hewan yang dilindungi oleh negara. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Pelaksana harian Kepala BBKSDA Sumut Irzal Azhar mengatakan, penjemputan dan pengambilan satwa langka koleksi Bupati Terbit Rencana berawal dari informasi dari Komisi Pembantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan.

Baca: Begini Praktik Perbudakan yang Diduga Dilakukan Bupati Langkat

“Kami kemudian mengevakuasi orang utan tersebut ke salah satu pusat rehabilitasi orang utan terdekat. Jadi kami buka menggeledah rumah Bupati, kami hanya mengevakuasi satwa tersebut sesuai prosedur.” kata Irzal, Kamis (27/1/2022).

Baca: Diduga Terjadi Perbudakan Modern, Komnas HAM Selidiki Kerangkeng Milik Bupati Langkat

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah orang di Kabupaten Langkat, pada Rabu 19 Januari 2022. KPK juga menggeledah rumah pribadi Terbit Rencana di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap dari sejumlah rekanan atau pemborong pekerjaan konstruksi bersumber dari dana APBD Kabupaten Langkat.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Tempo.co

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.