Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PT PLN (Persero) Punya Utang Rp 430 Triliun, Alasan Tarif Listrik Naik?

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun, Alasan Tarif Listrik Naik?
Ilustrasi PLN (Serujambi.com)

MURIANEWS, Jakarta- Tak disangka, rupanya PT PLN (Persero) mempunyai utang sebesar Rp 430 triliun. Jumlah utang tersebut dikalim telah membaik dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 450 triliun.

Utang sebanyak itu, membuat masyarakat bertanya-tanya. Lantaran PLN juga berencana akan menaikkan taruf dasar listrik nonsubsidi.

“Kami memiliki utang yang cukup besar Rp 450 triliun di awal tahun lalu. Kemudian selama setahun kami berhasil mengurangi utang kami sebesar Rp32 triliun. Sehingga interest bearing debt di awal tahun ini (2022) turun dari Rp 450 triliun menjadi Rp 430-an triliun,” ungkap Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dilansir dari Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Baca13 Golongan listrik Ini bakal Naik, Anda Termasuk?

Dia juga menambahkan bahwa penurunan jumlah utang itu sekaligus menunjukkan upaya PLN dalam memulihkan kinerja keuangan meski di tengah tekanan pandemi Covid-19.

Namun Darmawan memastikan, PLN akan berkolaborasi baik dari sisi kebijakan, teknis, bisnis, dan operasional dengan pihak terkait untuk mendorong keberlanjutan bisnis yang sedang dikerjakan.

BacaPLN Jamin Investor di Pati Tak Kecewa soal Listrik

“Oleh karena itu tentu saja kami akan menekankan bagaimana PLN bisa kolaborasi, baik secara kebijakan, bisnis, teknis, operasional dan lainnya,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan enam program yang akan menjadi fokus utama PLN di sepanjang 2022. Enam tersebut terdiri dari melanjutkan efisiensi operasi dan investasi, serta melakukan perbaikan revenue model dan meningkatkan electrifying lifestyle.

Kemudian mengembangkan environmental, social & governance (ESG) dan transisi energi, menata struktur korporasi dan unlock value portofolio bisnis, meningkatkan penjualan kWh dan beyond kWh, serta mengembangkan digitalisasi dan sistem manajemen untuk akselerasi transformasi.

BacaDirut PLN Zulkifli Diganti Dharmawan

“Jadi bisnis yang kompleks dan berbelit-belit yang bikin ekosistem tidak berjalan dengan baik, itu kita bongkar, kita ringkas. Kami juga membangun sistem manajemen untuk mengakselerasi transformasi. Jadi di sini bukan hanya sistem teknologi dan digitalnya, tetapi juga human resource-nya, bisnis prosesnya, kulturnya kita ubah,” pungkas Darmawan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...