Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tim Pemberantasan Mafia Tanah Grobogan Dibentuk

Tim Pemberantasan Mafia Tanah Grobogan Dibentuk
Kejaksaan Negeri Grobogan. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Tim Pemberantasan Mafia Tanah telah dibentuk di Kabupaten Grobogan. Pembentukan itu dilakukan Kejaksaan Negeri Grobogan sebagai tindak lanjut perintah Jaksa Agung.

Adanya tim pemberantasan mafia tanah guna meminimalisir atau memberantas mafia-mafia tanah yang merugikan masyarakat. Termasuk, umumnya pemerintah daerah dalam menangani mafia tanah.

Luasnya wilayah Grobogan ternyata berbanding lurus dengan banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait masalah tanah. Kejaksaan Negeri Grobogan pun merasa perlu membentuk Tim Pemberantasan Mafia Tanah.

Perlu diketahui, Kabupaten Grobogan adalah wilayah terluas kedua di Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki 19 kecamatan, tujuh kelurahan, dan 273 desa.

Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.448.535 jiwa dengan luas wilayah 2.013,86 km². Sebaran penduduknya yakni 719 jiwa/km².

Baca juga: Dugaan Korupsi di Jatipecaron, Kejari Grobogan Periksa Delapan Saksi

“Tim Pemberantasan Mafia Tanah ini beranggotakan para jaksa dari Seksi Intelijen, Seksi Tindak Pidana Khusus, Seksi Tindak Pidana Umum, Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara serta Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan,” terang Kasi Intelijen Kejari Grobogan Frengki Wibowo, Rabu (26/1/2022).

Menurut Frengki, pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah adalah sebagai bentuk antisipasi dalam penanggulangan praktek mafia tanah. Yakni baik dalam proyek pengadaan tanah maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pertanahan.

“Bagi masyarakat yang mengetahui ataupun ingin melaporkan permasalahan tersebut dapat menghubungi layanan Hotline kami,” tambah Frengki.

Pihak Kejari mempersilakan masyarakat untuk menghubungi nomor 082133719069 bila ingin mengadu terkait permasalahan pertanahan. Tim Pemberantasan Mafia Tanah akan menindaklanjuti laporan masyarakat.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahm

Comments
Loading...