Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Vanessa Reseller Investasi Bodong di Jepara Didatangkan dalam Sidang, Ini Kesaksiannya

Vanessa Reseller Investasi Bodong di Jepara Didatangkan dalam Sidang, Ini Kesaksiannya
Vanessa, salah satu reseller investasi bodong di Mlonggo Jepara memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Dalam sidang kasus investasi bodong di Jepara dengan terdakwa Yenimatul Anggraeni, warga Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangkan enam orang.

Enam orang tersebut merupakan reseller dari bisnis investasi bodong yang dijalani Yeni, sapaan akrab terdakwa. Salah satu dari reseller itu adalah Vanessa, perempuan berusia 19 tahun.

Di depan majelis hakim, Vannesa menceritakan awal mula mengikuti investasi yang dijalankan Yeni. Awalnya, ia melihat postingan di story WhatsApp dari Yeni. Isinya tentang tawaran investasi dengan keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

“Saya tertarik. Lalu ikut (setoran pertama) Rp 200 ribu. Kembali (setor) Rp 300 ribu dalam dua minggu,” terang Vanessa kepada majelis hakim, Selasa (25/1/2022).

Karena dinilai hasilnya berlipat ganda, Vanessa lalu kepincut dan ketagihan. Ia bahkan sudah menyetorkan uang sepuluh kali ke Yeni.

Baca juga: Sidang Investasi Bodong Jepara, 33 Saksi akan Dihadirkan

Totalnya sudah Rp 5 juta yang disetorkan. Selama menjadi member, ia mendapat keuntungan sekitar 10 juta. Dari kesaksian Vanessa, Yeni penah mengatakan uang yang masuk disimpan di BMT atau koperasi.

Kemudian, pada awal Mei 2021, Vanessa ditawari Yeni untuk jadi reseller. Selama menjadi reseller, dia berhasil mendapatkan 37 member.

Jumlah setoran yang dia terima beragam. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Bahkan, Vanessa pernah menyetor uang dari member ke Yeni sebesar Rp 50 juta dalam sehari.

Sebagai reseller, ia juga mendapat keutungan lebih besar. Jika mencapai target yang ditentukan Yeni, Vanessa mendapatkan keuntungan mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

“Misalnya target sehari Rp 10 juta, saya diberi bonus Yeni sebesar Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu,” ungkap Vanessa.

Baca juga: Kasus Investasi Bodong Gadis Mlonggo Jepara Mulai Disidangkan

Kepada Hakim, Vanessa mengaku kurang dari tiga bulan menjadi reseller. Sebab, pada 24 Juli 2021, bisnis yang dijalankan Yeni sudah kolabs.

Padahal, pada saat itu, uang yang masuk ke Yeni melalui Vanessa jumlahnya mencapai Rp 164 juta. Dari nominal itu, mestinya Vanessa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 6,1 juta. Sementara, sudah Rp 158 juta yang disetorkan Vanessa ke Yeni.

“Bulan Juli (24 Juli, red) saya ditutup dari reseller. Enggak tahu. Ternyata saya dijelek-jelekkan kepada semua reseller. Saya tidak boleh ikut lagi. Tapi pada hari itu juga, saya disuruh Yeni untuk open lagi,” ungkap Vanessa.

Hingga hari ini, uang Rp 158 juta yang disetorkan ke Yeni tak kunjung cair. Padahal, mestinya pada 2 Agustus 2021 uang tersebut cair. Dan Vanessa mendapatkan keuntungan senilai Rp 6,1 juta.

Baca juga: Gembong Investasi Bodong di Jepara Sering Pamer Hidup Glamor

“Dengan uang pribadi, saya sudah ganti rugi ke member-member saya sekitar Rp 10 juta,” ujar dia.

Menanggapi kesaksian kerabatnya itu, Yeni merasa keberatan. Salah satunya, soal Yeni pernah bicara kepada Vanessa uang yang dia terima akan disimpan di BMT atau koperasi.

Yeni mengungkapkan, Vanessa justru sudah menikmati keuntungan sebagai reseller. Seperti sudah bisa membeli perhiasan berupa emas dan sepeda motor Honda PCX.

Terkait dengan tutup atau bukanya kembali Vanessa sebagai reseller, Yeni mengaku dia tidak pernah meminta Vanessa untuk membuka setoran lagi dari member. Justru Vanessa membuka sendiri.

“Iya itu setelah saya suruh dia close. Tapi dia, Vanessa itu sudah pernah close memang, sudah pernah. Lalu open lagi,” terang dia.

Atas jawaban keberatan dari Yeni itu, Vanessa langsung membantahnya dengan menunjukkan pesan WhatsApp dari Yeni bahwa dia diminta untuk membuka setoran lagi.

Sebelumnya, pada September 2021, Yeni digeruduk ratusan orang yang mengaku telah dibohonginya. Yeni menjalankan investasi bodong dengan sistem pelipatan keuntungan investasi dalam waktu singkat.

Ada 200 orang lebih yang mengaku sebagai korbannya. Kerugian atas investasi bodong tersebut ditaksir lebih dari Rp 500 juta.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...