Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sewa KIHT Kudus Tidak Jadi Naik 100 Persen

Sewa KIHT Kudus Tidak Jadi Naik 100 Persen

Pekerja melinting rokok di KIHT Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Biaya sewa gudang untuk pabrik rokok di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tidak jadi naik 100 persen.

Awal, biaya sewa di sana direncanakan naik sebesar Rp 15 juta setahun. Angka tersebut naik dua kali lipat dari biaya sewa sebelumnya, yakni Rp 7,5 juta setahun.

“Awalnya sempat akan menaikkan sebanyak Rp 15 juta. Tetapi jadinya untuk harga sewa tahun ini harga Rp 11 juta,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM, Rini, Selasa (25/1/2022).

“Rencananya ada fasilitas tambahan seperti mesin pelinting rokok, lab tar dan nikotin, dan gedung baru juga,” terangnya.

Baca juga: Biaya Sewa Gudang KIHT Kudus Bakal Naik 100 Persen

Sementara itu, Pemilik PR Rajan Nabadi Sutrishono menyambut baik dengan harga sewa yang tidak mencapai 100 persen. Dia mengaku tidak kesulitan jika harga sewa sebesar Rp 11 juta setahun.

“Ya saya mengikuti saja kalau biaya sewanya mau Rp 11 juta. Berarti kan tidak jadi naik 100 persen,” katanya, Selasa (25/1/2022).

Meski sudah diturunkan dari yang awalnya Rp 15 juta setahun menjadi Rp 11 juta setahun, dia berkeinginan agar harga sewa dapat diturunkan lagi. Menurutnya, di angka Rp 10 juta lebih bagus.

“Awalnya kan Rp 7,5 juta. Kalau bisa jadi Rp 10 juta saja lebih bagus dan lebih ringan lagi,” ujarnya.

Sutrishono menyebut, saat ini perusahaan rokok yang dikelolanya mampu melakukan produksi 200 ribu per batang sehari. Produksi di tempatnya dilakukan kontinyu setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 12.00

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.