Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Dia Bensa, BBM Masa Depan yang Dikembangkan ITB dan PT Pura Kudus

Ini Dia Bensa BBM Masa Depan yang Dikembangkan ITB dan PT Pura Kudus

Bensa, bensin sawit olahan ITB dan Pura Group (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Namanya bensin sawit atau bensa. Bahan bakar minyak (BBM) baru yang kini dikembangkan tim riset Pusat Rekayasa Katalisis, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pura Group Kudus.

Bahan bakar tersebut pun telah diujicobakan ke kendaraan roda dua maupun roda empat. Hasilnya, tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. Motor dan mobil yang diisikan bensa pun berjalan dengan lancar.

Perwakilan Pura Group Dandi Zulkarnain menyampaikan, proyek bensa telah berlangsung kurang lebih dua tahun belakang. PT Pura sendiri, berperan untuk membuat mesin reaktor pengolah minyak sawit menjadi bensin.

Sementara, Tim ITB, membuat bahan dasar sekaligus melakukan pengolahan bahan dasar tersebut menjadi bensa.

Baca juga: Bensa: Bensin dari Kelapa Sawit Inovasi Tim Peneliti ITB

“Idenya adalah kami menyiapkan sebanyak tiga reaktor untuk pengolahan bensa ini,” kata Dandi, Selasa (25/1/2022).

Adapun tiga rangkaian tersebut, lanjut Dandi, mulai dari reaktor untuk memfilter unsur partikel di industrial vegetable oil (IVO) yang merupakan bahan dasar bensa. Reaktor kedua, kemudian reaktor untuk membuat katalis, dan reaktor akhir untuk pengolahan bensa.

“Kami terus berkomitmen untuk mendukung proyek ini agar menjadi bahan bakar minyak. Harapannya bisa digunakan sebagai pengganti bensin saat ini yang kebanyakan import,” pungkasnya.

Pimpinan tim riset Pusat Rekayasa Katalisis, Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Subagjo menyampaikan, kelapa sawit dipilih karena bahan tersebut mudah didapat di Indonesia. Apalagi, dalam kelapa sawit ada satu bahan yang kerap terbuang padahal sangat bermanfaat.

“Satu partikel itu biasanya bisa dibuat solar hingga bahan bakar minyak lainnya. Nah, di sini kami fokuskan untuk membuat bensa,” ujarnya.

Dengan adanya pengembangan ini, tim ITB berharap bisa diproduksi secara massal dan bisa mengganti bahan bakar minyak yang saat ini Indonesia masih mengimpor dari luar negeri.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.