Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ratusan Pedagang Tak Kebagian Lapak Alun-Alun Kembangjoyo Pati

Ratusan Pedagang Tak Kebagian Lapak Alun-Alun Kembangjoyo Pati, Ini Sebabnya
Alun-alun Kembangjoyo Pati terlihat dari depan. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Lebih dari seratus pedangan eks zona merah tak kebagian lapak di Alun-alun Kembangjoyo, Pati. Ini diungkapkan oleh perwakilan pedagang eks Simpang Lima Pati, Sugito, Selasa (25/1/2022).

Sugito mengatakan pedagang eks zona merah totalnya ada 550 pedagang. Sebelumnya mereka menempati beberapa tempat untuk berdagang. Tempat-tempat itu di antaranya area Simpang Lima Pati, pinggir Jalan Sutomo, Jalan Wahidin, Jalan Pemuda, Jalan Sudirman serta Jalan Tunggul Wulung.

Namun, lapak di Alun-Alun Kembangjoyo Pati yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pati hanya 360 saja. Pada Jumat dan Sabtu lalu beberapa diantaranya sudah mendapatkan undian.

Baca juga: Pedagang Eks-Zona Merah yang Tak Kebagian Lapak, Ini Jawaban Disdagperin Pati

“Sudah diundi. Ada yang belum (dapat) karena lapak yang disediakan cuma 360. Sedangkan eks PKL Jalan Sutomo, Jalan Sudirman, Pemuda dan Tunggul Wunung ada 550. Ada seratusan yang belum dapat lapak,” uangkapnya.

Ia berharap kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati untuk memfasilitasi pedagang yang belum mendapatkan lapak.

Baca juga: Lapak Pedagang Alun-Alun Kembangjoyo Pati Diundi

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pedagang sudah mengambil undian untuk menempati lapak di Alun-Alun Kembangjoyo Pati. Mereka datang ke Plaza Pragolo Pati untuk mengambil undian itu, Jumat-Sabtu (21-22/1/2022).

Pada Jumat ini pengundian untuk para pedagang aksesoris dan fashion. Sementara, sesi Sabtu, diperuntukan untuk pedagang kuliner.

Pengundian ini dilakukan untuk menentukan tempat mereka berdagang. Disdagperin Pati, memastikan para pedagang ini menempati lapak di Alun-alun Kembangjoyo.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...