Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diduga Terjadi Perbudakan Modern, Komnas HAM Selidiki Kerangkeng Milik Bupati Langkat

ilustrasi kerangkeng (pixabay.com)

MURIANEWS, Jakarta- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan penyelidikan ke rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Hal itu menyusul adanya kerangkeng manusia di belakang rumahnya yang diduga terjadi aksi perbudakan modern.

Ditemukan adanya kerangkeng tersebut setelah adanya aduan dari Migrant CARE. Bahkan pihak Migrant CARE juga telah mengumpulkan berbagai bukti berupa video dan foto, termasuk foto korban yang membuktikan keberadaan laporan tersebut.

Sehingga, adanya kerangkeng tersebut diduga kuat memang ada praktik perbudakan yang dilakukan oleh Bupati Langkat, Terbit Rencana panangin Angin.

Baca: Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

“Atas aduan ini kami akan segera kirim tim ke sana, ke Sumatera Utara, terus juga berkomunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (25/1/2022).

Anam mengungkapkan kasus penyiksaan dan dugaan perbudakan ini membutuhkan kecepatan dalam menangani kasus. Oleh karena itu, Komnas HAM ingin lekas mengirim tim untuk menyelidiki.

Baca: Bupati Langkat Bersama 5 Orang Lainnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

“Terlambat sedikit kita akan semakin meruntuhkan kemanusiaannya. Jangan sampai hari ini hilang 1 gigi, karena kita lama responsnya besok hilang dua gigi, tiga gigi,” ujar Anam.

Ia mengaku telah menghubungi dan menyiapkan tim di internal Divisi Pemantauan Komnas HAM untuk menjadikan kasus ini sebagai prioritas dengan mengutamakan kecepatan dalam merespon.

“Karena ini jelas ada penjaranya, ada orangnya dan ada jumlah orangnya makanya kami akan segera respons ini dengan baik,” ucapnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.