Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO KALTIM

Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Edi Mulyadi Dilaporkan ke Polda Kaltim

Edy Mulyadi. (Tangkap Layar)

MURIANEWS, Jakarta – Edy Mulyadi dilaporkan ke Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (24/1/2022). Ia dilaporkan puluhan warga Kaltim dari sejumlah kelompok terkait dugaan penghinaan dengan menyebut Kalimantan sebagai tempat Jin buang anak.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan ada sekitar 50 orang yang datang ke Polda Kaltim. Yusuf juga menegaskan, mereka tidak melakukan aksi melainkan membuat laporan polisi (LP) untuk melaporkan Edy Mulyadi atas pernyataannya.

“Di polda saja. Itu bukan aksi. Pengen bikin laporan pengaduan. Bukan aksi. (Dari unsur) Ormas Dayak, dari Satuan Wanita Kalimantan Timur, ada 4 kelompok pokoknya. Cuma 50 (orang),” kata Yusuf seperti dikutip Detik.com.

Yusuf mengatakan LP diterima oleh Polda Kaltim. Saat ini, pelapor sedang dimintai keterangan polisi. “Sudah jadi 1 LP. Sedang dibawa ke Krimsus untuk diambil BAP, keterangan,” tuturnya.

Sebelumnya, video Edy Mulyadi menyebut Kalimantan Timur sebagai ‘tempat jin buang anak’ viral di media sosial. Selain itu, dia menyebut segmentasi di Kaltim ialah ‘kuntilanak’ hingga ‘genderuwo’.

“Ini ada sebuah tempat elit punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak. Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, nggak apa-apa bangun di sana,” teriak Edy Mulyadi.

Diketahui, Forum Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur mengadukan Edy Mulyadi karena pernyataan yang diduga menghina Kalimantan ke polisi. Edy sebelumnya juga sudah dilaporkan gara-gara ucapan terhadap Menhan Prabowo Subianto soal ‘macan mengeong’.

Kelompok tersebut mendatangi Polresta Samarinda, Minggu (23/1/2022). “Kami melaporkan Edy Mulyadi terkait ujaran kebencian yang menyakiti hati masyarakat PPU dan Kalimantan yang diucapkannya di kanal YouTube-nya,” kata perwakilan Pemuda Lintas Agama Kaltim, Daniel A Sihotang.

Sebagai pelapor, Daniel yang didampingi GP Ansor, GAMKI, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Pemuda Konghucu di Provinsi Kalimantan Timur, mengaku telah di-BAP pihak kepolisian.”Sudah di-BAP untuk dimintai keterangan oleh penyidik terkait laporan yang kami sampaikan”, ujarnya.

Mereka mempersoalkan pernyataan Edy Mulyadi soal ‘tempat jin buang anak, ‘genderuwo’, ‘kuntilanak’ yang terdengar dalam video yang dipermasalahkan. Itu diduga mereka sebagai berita bohong dan dugaan penghinaan yang dapat menyulut masyarakat Kalimantan.

“Kata-kata Edy ini yang bilang Kaltim tempat jin buang anak sangat meresahkan masyarakat di sini, itu sebabnya kami mengadukan ke pihak berwajib,” ujar Daniel.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...