Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

16 Pengkab di Kudus Tahun 2021 Tidak Dapat Dana Pembinaan, Ini Alasannya

Ketua KONI Kudus
Ketua KONI Kudus, Imam Triyanto.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 16 Pengurus Kabupaten (Pengkab) di Kudus 2021 tidak mendapatkan dana pembinaan. Penyebabnya karena telat menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ada juga yang tidak menyerahkan RAB.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus sudah mendapatkan kucuran dana yang bersumber dari Perkada 2021 (Perubahan APBD). Besaran uang pembinaan dialokasikan sejumlah Rp750 juta yang dibagi untuk 50 Pengkab di Kudus.

Dari total 50 Pengkab itu, 16 di antaranya tidak mendapatkan uang pembinaan. Sebanyak 16 Pengkab itu terdiri dari Perbasasi, ESI, Pordasi, Pergatsi, FOBI, TI, Percasi, dan Aero Modeling. Kemudian Wushu, PBSI, IPSI, Perserosi, Kodrat, PSI, IODI, dan PDBI.

BACA JUGA: KONI Kudus Siapkan Pencairan Dana Pembinaan Olahraga

“16 Pengkab itu terlambat menyerahkan RAB dan ada yang juga yang tidak menyerahkan. Jadi ya tidak bisa mendapatkan dana pembinaan,” kata Ketua KONI Kudus, Imam Triyanto, Senin (24/1/2022).

Menurut Imam, pihaknya sebenarnya tidak pernah pilih-pilih. Akan tetapi jika terlambat menyerahkan RAB dia tidak dapat melakukan apa-apa.

“Karena RAB itu harus kami terima sebelum NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) dibentuk. Dasar kami menyusun NPHD itu ya dari RAB,” terangnya.

Imam menyampaikan, pemberian dana pembinaan itu berbeda-beda jumlahnya. Hal itu sesuai dengan prestasi tiap-tiap cabang olahraga.

“Hal ini menjadi pengalaman. Karena jangan sampai uang pembinaan tidak cair gara-gara Pengkabnya tidak menyerahkannya RAB,” imbuhnya.

Sementara itu di 2022 ini Pengkab-pengkab di Kudus bisa mendapatkan dana pembinaan dengan catatan menyerahkan RAB. Namun, tenggat waktunya hingga akhir Januari 2022.

“Cairnya sekitar akhir Februari atau awal Maret,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...