Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO SUMUT

Penyuntik Vaksin Kosong di Medan Terancam Pidana

Ilustrasi vaksinasi. (Freepik)

MURIANEWS, Medan – Polda Sumut mengaku vaksinator yang menyuntikkan vaksin kosong kepada siswa di Medan bisa dikenai sanksi pidana. Sanksi tersebut merupakan pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan.

“Tadi saya sudah bicara dengan teman-teman IDI, selain kode etik profesi, pertanggungjawaban seorang dokter juga dimungkinkan menerapkan perkara pidananya,” kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak seperti sikutip dari Detik.com.

Baca: Viral! Siswa Medan Disuntik Vaksin Kosong

Kapolda mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas vaksinator tersebut. Vaksinator tersebut diketahui berinisial G dan bekerja di Medan.

Saat ini, proses pidana kepada dokter itu sedang dilakukan oleh Polres Belawan. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini.

“Yang jelas, dokter yang bersangkutan dan perawatnya yang menyiapkan suntik vaksin itu dalam proses di Polres Belawan,” tuturnya.

Baca: Viral Video Disuntik Jarum Kosong saat Vaksin, Begini Kata Kemenkes

Dari hasil pemeriksaan, Panca menyebut dokter G memang menyuntik kosong siswa SD. Hal itu dilihat dari ukuran kepala suntikan.

“Yang jelas, dari hasil pemeriksaan terhadap dokter dan berdasarkan masukan dan keterangan dari IDI, bahwa diduga penyuntikan itu tidak ada vaksin,” jelasnya.

Sementara itu, dokter G, yang melakukan penyuntikan vaksin kosong ke anak SD, meminta maaf. Dia mengaku khilaf atas peristiwa tersebut.

Baca: Polda Sumut Periksa Nakes Penyuntik Vaksin Kosong di Medan

“Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini,” kata dokter G di Mapolres Belawan.

Sebelumnya diberitakan, video yang menunjukkan vaksin kosong disuntikkan ke anak SD di Medan viral. Polisi pun turun tangan menyelidiki kasus ini.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...