Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Biaya Perawatan Tinggi, Mesin di Perusda Percetakan Kudus Bakal Dijual 

Inilah salah satu mesin cetak Perusda Kudus yang akan dijual (MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Satu unit mesin milik Perusahaan Daerah (Perusda) Percetakan Kudus rencananya akan dijual. Pasalnya, keberadaan mesin tersebut dirasa tidak efektif untuk kegiatan produksi cetak.

Plt Direktur Perusda Percetakan Kudus Harun Rosyid mengatakan, aset mesin yang akan dijual itu bermerek Hamada. Sebetulnya mesin tersebut mempunyai spesifikasi yang tinggi.

Sayangnya, untuk proses produksinya tergolong tanggung. Selain itu, masalah perawatannya juga tergolong sulit. Pasalnya, spare part mesin ini jarang ditemukan di pasaran.

Baca juga: Mesin Pencetak Kartu Kependudukan Dilounching, Bupati Jepara Minta di Semua Kecamatan Tersedia

”Kami punya tiga mesin. Yang dua kecil tapi bisa mencetak partai besar. Satunya (yang akan dijual, Red) hanya bisa mencetak partai tanggung,” jelasnya.

Harun menambahkan, dalam satu tahun mesin tersebut seringkali diperbaiki dan butuh biaya cukup tinggi. Dikalkulasi, biaya perawatan mesin tersebut per tahunnya mencapai Rp 25 juta.

Rencananya, mesin tersebut akan dijual senilai Rp 400 juta. Pihak Perusda Kudus akan melakukan sistem lelang dalam penjualan mesin tersebut.

”Kami pakai sistem lelang. Karena mau menjual sulit. Jadi bisa pakai sistem lelang,” terangnya.

Harun mengaku sudah berkonsultasi dengan Bagian Perekonomian Setda Kudus untuk menjual mesin tersebut. Pihaknya, telah mendapatkan lampu hijau untuk menjual aset mesin yang dirasa kurang maksimal.

Jika mesin itu laku, pihaknya akan mengganti dengan unit alat yang lebih menunjang kinerja Perusda dan menjawab kebutuhan cetak saat ini. Salah satunya adalah mesin pencetak kemasan.

”Kami juga membutuhkan mesin pencetak kemasan. Tetapi kami mencoba meningkatkan omset pendapatan kami dahulu,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan penjualan aset itu bisa menunjang pendapatan di 2022. Sebab, Perusda Percetakan Kudus di tahun ini pendapatannya ditargetkan sebesar Rp 140 juta. Sementara di tahun 2021, dari target total laba yang dibebankan sebesar Rp 130 juta, baru bisa tercapai Rp 100,1 juta.

Ditambahkan, selain bergantung order dari organisasi perangkat daerah (OPD), pihaknya juga melayani percetakan dari swata untuk memperoleh pendapatan. Adapun besaran order dari OPD sekitar 20 persen.

”Jadi upaya kami untuk meningkatkan order, ya melaksanakan pendekatan dan promosi ke sejumlah OPD dan pihak swasta,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...