Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bocah Difabel di Tanon Sragen Diduga Diperkosa Hingga Hamil

Ilustrasi

MURIANEWS, Sragen — Seorang bocah difabel berusia 12 tahun di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen berinisial G diduga diperkosa hingga hamil. Saat ini usia kehamilan bocah tersebut bahkan sudah dua bulan.

Salah satu tetangga korban, E (46) menjelaskan korban merupakan penyandang disabilitas mental. Hingga saat ini, siapa laki-laki yang tega memperkosa G hingga hamil juga belum diketahui.

“Korban sempat menyebut tiga orang terduga pelaku. Dua terduga pelaku itu laki-laki berusia lebih dari 60 tahun sedangkan satu terduga pelaku belum diketahui alamatnya,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Baca: Kakek Cabul di Jepara Gagahi Gadis Tuna Rungu Sampai Hamil

E mengatakan salah satu dari dua terduga pelaku lansia itu merupakan tetangga korban. Ia menceritakan bahwa tetangga korban itu memiliki rekam jejak buruk saat muda. Terduga pelaku bahkan pernah melakukan hal serupa namun tidak menikahi korban, padahal sudah melahirkan dua anak.

E menambahkan, warga telah mengumpulkan dua orang terduga pelaku tersebut. Satu terduga pelaku mengakui telah melakukan pelecehan seksual namun ia menyebut tidak sampai menyetubuhi korban.

Satu terduga pelaku lainnya mengelak melakukan persetubuhan. Menurut informasi yang E terima, salah satu terduga pelaku melakukan pelecehan seksual lebih dari satu kali. Terduga pelaku melakukannya di sawah dan kebun.

Keluarga korban terpukul. Hingga kini belum ada solusi mengenai masalah tersebut. E menambahkan bahwa G merupakan anak usia sekolah namun tidak bersekolah. Korban biasanya meminta-minta di pasar.

“Kenapa tidak dicari solusi yang baik, maksudnya pelaku ya kalau damai kan harus bertanggung jawab,” jelasnya.

Baca: Ini Pengakuan Wanita Difabel di Pati yang Mengaku Digagahi Kakeknya

Sementara itu, Bayan setempat, S, mengatakan korban merupakan anak yang diduga menyandang disabilitas mental. Meski begitu kondisi kesehatan korban masih baik.

“Anak sehat justru saya pribadi dan pak RT secepat mungkin mengambil tindakan memberikan perlindungan pada anak. Bagaimana anak dirawat, diberikan terbaik, psikologis, ekonomi, dan medis. Karena usia segitu sudah mengandung (hamil) secara medis kurang pas,” jelasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...