Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jelang Imlek, Umat Konghucu Grobogan Bersihkan Patung Dewa

Umat Konghucu membersihkan patung-patung Dewa di Klenteng Hok An Bio, Purwodadi, Sabtu (22/1/2022). (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Menjelang Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 1 Februari 2022, umat Konghucu di Kabupaten Grobogan membersihkan patung-patung di tempat peribadatannya.

Salah satunya, terlihat di Klenteng Hok An Bio, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (22/1/2022). Patung-patung dan altar di sana dibersihkan.

“Biasanya kira-kira pembersihannya satu minggu atau 10 hari sebelum tahun baru,” terang salah satu umat Konghucu Budi Wiguna di Klenteng itu.

Baca juga: Jelang Imlek, Pematung di Jepara Kebanjiran Pesanan

Sebelum dibersihkan, kata Budi, umat melakukan sembahyang terlebih dahulu, yakni sehari sebelumnya. Pada saat dibersihkan, Dewa sedang naik ke surga, sehingga patung dalam keadaan kosong.

“Karena Dewa sedang naik ke surga, patung dalam keadaan kosong. Sebelumnya umat sudah meminta izin sebelum dibersihkan,” kata Budi.

Pertama-tama, umat sembahyang kepada Tuhan dengan cara menengadah ke langit. Dilanjutkan dengan sembahyang kepada Dewa utama, yakni Dewa Bumi, kemudian kepada para Dewa pendamping.

Semua patung dibersihkan beserta altar, meja, serta atap Klenteng. Umat laki-laki maupun perempuan terlibat dalam pembersihan ini. Karena masih dalam suasana pandemi, semua umat diwajibkan memakai masker selama beraktivitas.

Setelah tahun baru Imlek, nantinya akan ada sembahyang Dewa turun dari surga. Waktunya yakni beberapa hari sesudah tahun baru.

Budi menerangkan, selain sembahyang yang dilakukan menjelang tahun baru Imlek, umat Konghucu dalam kesehariannya melakukan sembahyang sebulan dua kali. Waktunya yakni setiap tanggal 1 dan 15 kalender Imlek.

“Gampangnya, setiap tanggal 15 itu pasti bulan purnama. Sedangkan pas bulan 1 itu pas bulan kosong, bulan tidak kelihatan. Kalender Imlek kan mengikuti kalender bulan,” tambahnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...