Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Resep Horok-horok, Kuliner Khas Jepara Sejak Era Penjajahan Jepang

Resep Horok-horok, Kuliner Khas Jepara Sejak Era Penjajahan Jepang
Sajian horok-horok yang dipadukan dengan sayur pecel dan sate kikil. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Horok-horok, merupakan kuliner khas Kabupaten Jepara. Kuliner ini lekat dengan sejarah Jepara di era penjajahan Jepang. Berikut ini resep pembuatannya.

Bahan yang diperlukan, yakni tepung aren atau sagu aren dan garam secukupnya. Dahulu, tepung aren didapatkan dengan cara mengambil dari pohon aren. Kemudian diambil sagunya dan ditumbuk dilesung. Lalu direndam sehari dan dicuci tiga kali.

Pertama-tama, tepung aren atau sagu aren dicuci minimal tiga kali untuk menghilangkan bau asamnya. Kemudian, diperas dan dijemur sampai kering.

Setelah itu, tepung aren tadi disangrai. Jika pada zaman dahulu, wajan yang digunakan untuk menyangkrai terbuat dari tanah liat. Proses sangria ini sampai tepung membentuk gumpalan.

Kemudian, tepung dikukus menggunakan kukusan selama sepuluh menit. Setelah diangkat kemudian direndam sebentar dan dikeringkan lagi. Jika sudah kering, horok-horok setengah jadi itu dihancurkan dan baru ditaburi garam secukupnya.

Horok-horok setengah jadi itu lalu dikukus kembali sekitar 10 menit. Horok-horok yang sudah matang akan terasa pulen teksturnya. Kemudian diletakkan dalam bakul atau tempat nasi dan siap dinikmati.

Pada masa penjajahan Jepang, horok-horok dimakan dengan sayur dan lauk pauk ala kadarnya. Seperti sayur kangkung dan ikan bakar. Bahkan ada yang memakannya tanpa lauk.

Namun, pada masa kini, sajian horok-horok lebih variatif. Horok-horok biasa dimakan dengan sayur pecel lauk kikil, bakso sampai gulai.

Baca juga: Horok-horok dan Sejarah Kemiskinan Rakyat Jepara Era Penjajahan Jepang

Perlu diketahui, pada 1942-1945, Jepang menduduki Indonesia, tak terkecuali Jepara. Di masa pendudukan Jepang itu, warga Jepara dilarang untuk makan nasi dari beras.

Rakyat Jepara akhirnya terpaksa mengonsumsi horok-horok, yang berbahan dasar tepung aren, ini untuk menggantikan makanan pokok berupa nasi.

Itu terungkap dalam kajian studi berjudul ‘Horok-horok Pengganti Makanan Pokok Masyarakat Jepara pada Masa Pendudukan Jepang” yang ditulis Prasiska, Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...