Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Capaian Vaksinasi Booster di Jepara Lamban

Capaian Vaksinasi Booster di Jepara Lamban
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Vaksinasi booster atau penyuntikan vaksin dosis ketiga di Kabupaten Jepara lamban. Sebab, DKK Jepara masih fokus pada dosis satu dan dua.

Pelaksanaan vaksinasi booster di Jepara sendiri sudah dimulai sejak pekan lalu. Namun, saat ini baru 161 lansia sudah disuntik vaksin dosis ketiga. Angka tersebut masih jauh dari target, yakni 99.211 orang.

“Sementara ini kita fokuskan sesuai arahan pemerintah pusat. Kita fokus lansia atau masyarakat rentan,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, dr Eko Cahyo Puspeno, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Alasan Vaksinasi Jepara Rendah karena Stok dari Pemprov, Ganjar: Bukan!

Perlu diketahui, sesuai arahan pemerintah pusat, prioritas vaksinasi booster adalah masyarakat lanjut usia (lansia). Di sisi lain, lansia di Jepara yang sudah divaksin dosis pertama baru 65.578 jiwa dan dosis kedua sebanyak 33.816 orang.

Sementara itu, untuk masyarakat rentan, yang telah divaksin booster baru 83 orang. Sedangkan, untuk tenaga kesehatan (nakes), yang sudah tervaksin booster sebanyak 3806 orang dari sasaran 4.178 nakes.

“Nanti kami akan evaluasi. Kalau memang lambat, kami akan menambah sasaran pada masyarakat rentan,” ungkap Eko.

Menurutnya, setelah konsultasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, kelompok masyarakat yang sering berhubungan dengan publik banyak, bisa dimasukkan dalam kategori masyarakat rentan.

Eko mencontohkan, masyarakat rentan yang akan dijadikan sasaran baru adalah pelayan publik. Seperti pejabat perangkat daerah atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

“Kalau memang dibutuhkan percepatan, minggu depan akan kami eksekusi. Seperti perangkat daerah atau anggota dewan. Karena mereka rentan akibat banyak kontak dengan orang lain,” imbuh Eko.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...