Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Ciri-Ciri Hewan Ternak Siap Suntik Inseminasi Menurut Dispertan Kudus

Ini Ciri-Ciri Hewan Ternak Siap Suntik Inseminasi Menurut Dispertan Kudus
Petugas inseminator Disnakkan Grobogan mengecek kondisi sapi betina sebelum dikasih inseminasi buatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MURIANEWS, Kudus – Hewan ternak perlu disuntik inseminasi buatan atau kawin suntik untuk membantu peningkatan populasinya. Terutama pada ternak kambing dan sapi.

Ternyata, pelaksanaan penyuntikan inseminasi buatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Penyuntikan inseminasi buatan ini hanya bisa dilakukan di masa birahi.

Kasi Usaha Sarana Prasarana Peternakan Dispertan Kudus, Dwi Listiani mengatakan ada ciri-ciri yang perlu dipahami untuk mengetahui hewan ternak itu masuk masa birahi atau belum.

“Ada ciri-ciri khusus ternak kambing dan sapi ketika memasuki masa birahi. Biasanya kami menyebutnya dengan istilah A3, yakni abang (merah), aboh (bengkak), dan anget (hangat),” jelasnya.

Ia menjelaskan, ciri pertama yakni kondisi alat kelamin hewan ternak akan berwarna merah (abang). Ciri kedua, yakni alat kelaminnya itu bengkak (aboh). Dan terakhir, jika dipegang alat kelaminnya terasa hangat (anget).

Baca juga: Keberhasilan Capai 70 Persen, Dispertan Kudus Bakal Lanjutkan Inseminasi Buatan Pada Maret 2022

“Selain itu, ternak yang sedang masa birahi sering bersuara atau bengak-bengok. Hewan ternak juga terlihat resah dan banyak bergerak, tak mau tenang. Kemudian, alat kelaminnya mengeluarkan lender. Biasanya, ekornya dinaikkan ke atas,” terangnya.

Pada saat ternak memasuki masa birahi, dia mengimbau para peternak, agar segera menyuntikan inseminasi buatan pada ternaknya. Sebab jika telat, penyuntikan inseminasi buatannya tidak akan berpengaruh, dan bahkan gagal.

Untuk diketahui, masa birahi ternak sapi dan kambing sekitar 18 hari sampai 22 hari dari masa birahi pertama.

“Untuk masa birahi itu tidak 18 hari atau 22 hari berturut-turut. Namun, dalam kurun waktu tersebut ternak akan mengalami masa birahi. Kemudian turun lagi birahinya dan nanti masa birahi lagi. Oleh sebab itu peternak harus cermat (melihat ciri-cirinya),” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...