Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Air Baku Bendungan Logung Belum Bisa Dimanfaatkan, Ini Sebabnya

Air Baku Bendungan Logung Belum Bisa Dimanfaatkan Ini Sebabnya

Perahu wisata Logung membawa penumpang sebelum adanya pandemi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Air baku Bendungan Logung Kudus masih belum bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat ini. Sebabnya, pembangunan water treatment plant atau instalasi pengolahan air (IPA) tahap kedua tertunda.

Pembangunan IPA tahap kedua direncanakan pada 2023. Itu diungkapkan Direktur Teknik (Dirtek) Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Muria, Yan Laksmana.

Ia mengatakan awalnya pembangunan tahap kedua direncanakan di 2022 ini. Sebelumnya, di tahap pertama pembangunan yakni pembuatan tempat penampunh air atau glass tank sudah dilakukan.

Akan tetapi, Yan menyampaikan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah menunda pembangunan tahap kedua lantaran dimungkinkan terjadi refokusing anggaran.

Baca juga: Wisata Perahu Logung Kudus Bakal Segera Dibuka

Pada tahap kedua sendiri, rencana pengerjaan IPA dilakukan, namun terpaksa harus ditunda.

“Itu anggarannya dari pusat. Pada perencanaan awal bisa digunakan pada 2024. Namun karena ada penundaan pekerjaan, jadi baru bisa digunakan 2025 nanti,” terangnya.

Dia menambahkan, secara keselurahan pembangunan dan pemanfaatan air baku itu dianggarkan sebesar Rp 180 miliar. Daya tampung air pada glass tank itu sebanyak 5 ribu meter kubik.

Jika pengolahan air baku itu tercapai, dipastikan bisa menyalurkan sebanyak 16 ribu saluran rumah (SR) di empat kecamatan. Yakni, di Kecamatan Bae, Kota, Jekulo, dan Mejobo.

“Limpahan air dari Logung kecepatannya sebesar 200 liter per detik bisa mengaliri ke empat kecamatan,” katanya.

Lebih lanjut, pengolahan IPA itu perlu didukung dua tangki penampungan air di Desa Hongosoco dan Desa Terban. Kedua tangki itu nantinya sebagai penampung untuk dialirkan ke empat kecamatan tersebut (Kota, Bae, Jekulo, Mejobo).

Terkait aliran ke Kecamaten Dawe, pengolahan air baku di Logung itu dipastikan belum bisa. Lantaran harus menggunakan alat pendukung berupa booster untuk memompa air.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.