Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak Takut Disuntik Jadi Kendala Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jepara

Anak Takut Disuntik Jadi Kendala Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Jepara
Salah satu siswa SD di Jepara saat sedang divaksin Covid-19. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Anak takut disuntik menjadi salah satu kendala kelancaran pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Tak terkecuali dialami juga di Kabupaten Jepara.

Bahkan, di beberapa sekolah ada anak yang sampai lari ketakutan gara-gara melihat jarum suntik. Selain itu, ada juga orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk divaksin.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara pun sudah memerintahkan seluruh faskes untuk berkomunikasi dengan masing-masing sekolah.

Komunikasi itu dilakukan sebelum pelaksanaan vaksinasi. Di mana, wali murid harus diberi tahu untuk mendampingi anaknya.

“Kalau didampingi orang tuanya kan, anak-anak bisa merasa lebih nyaman. Sehingga kami berharap anak-anak didampingi orang tuanya,” kata Kepala DKK dr. Eko Cahyo, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Alasan Vaksinasi Jepara Rendah karena Stok dari Pemprov, Ganjar: Bukan!

Pelaksanaan vaksinasi anak di Jepara sendiri sudah mencapai 18.551 anak. Eko mengatakan pihaknya terus menggencarkan vaksinasi anak.

“Tetap, kami menyasar ke SD atau MI. Sesuai dengan jadwal fasilitas kesehatan (Faskes) di wilayah kerja masing-masing,” kata Eko, Jumat (21/1/2022).

“Hingga sekarang, tepatnya sudah ada 18.551 anak yang sudah tervaksin. Capaian ini baru 16,8 persen dari target 110.205 anak,” lanjutnya.

Selain soal anak takut divaksin, pihaknya juga terkendala dengan ketersediaan stok vaksin. Eko menyebut, beberapa hari lalu pihaknya menerima vaksin dari Provinsi Jawa Tengah sebanyak 77 ribu dosis. Stok ini tentu masih jauh untuk menyuntikkan semua sasaran.

“Kami sesuaikan dengan ketersediaan yang ada. Sambil menunggu dropping vaksin berikutnya. Tapi ada juga tambahan dari TNI sebanyak 10 ribu. Nanti kami bisa kolaborasi,” imbuh Eko.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...