Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Sentuh Pedagang Kecil Pati, Ini Sebabnya

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Sentuh Pedagang Kecil Pati, Ini Sebabnya
Satu pedagang Pasar Rogowongso Pati Sulimah (50) saat menjajakan dagangannya. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disdagperin) Pati Hadi Santosa mengakui harga minyak goreng Rp 14 ribu belum menyentuh pandangan kecil di Pati.

Minyak goreng hasil dari subsidi dari pemerintah pusat, saat ini baru tersedia di Toko-toko modern. Itu pun retail yang berada di bawah naungan Apindo.

Hadi berasalan, hal itu menyangkut pendistribusian saja. Retail-retail modern didistribusikan langsung oleh Apindo. Sementara minyak goreng untuk pedangan kecil pendistribusian dilakukan oleh perusahaan.

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Menyentuh Pedagang Kecil

“Kalau Toko modern lewat Apindo. Untuk retail modern anggota Apindo itu swalayan, Indomart, Alfamart, dan lain-lain. Kalau yang toko modern langsung dari produsennya,” ujar Hadi, Sabtu (21/1/2022).

Menurutnya, pasar tradisional masih menyesuaikan lantaran stok lama masih ada. Akibatnya, minyak goreng Rp 14 ribu belum dijual banyak di pedangan kecil.

“Pasar modern sudah mulai kemarin (19/1/2022) sebenarnya, tetapi masih menyesuaikan. Diberikan (tenggat waktu) satu minggu untuk menyesuaikan,” jelas Hadi.

Ia yakin, nantinya pasar tradisional akan menyesuaikan harga minyak goreng bila sudah mendapatkan minyak subsidi ini. Apalagi mereka tidak mau pelanggan beralih ke penjual lainnya.

“Saya kira nanti mudah disesuaikan karena konsumnya pasti mencarinya yang murah. Pedagang kan ndak mau pembelinya hilang,” ungkap dia.

Diketahui, minyak goreng Rp 14 ribu merupakan minyak goreng subsidi dari pemerintah pusat.  Harga dari produsen disubsidi sehingga menjadi Rp14 ribu. Kebijakan ini mulai Rabu (19/1/2022) lalu.

Ia mengaku belum mengetahui berapa minyak goreng bersubsidi yang telah didistribusikan di Pati.

“Memang itu tidak melalui Disdagperin Kabupaten tetapi langsung dari pusat. Jadi berapa volume atau nilainya kami ndak tahu,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapatkan, retail modern di Kabupaten Pati sudah menjual minyak ini, sekitar 50 liter tiap harinya.

“Info dari Indomaret, ngga mesti datangnya. Tapi hari ini kurang lebih 50 liter atau 25 bungkus kemasan 2 liter-an. Itu pun sudah habis beberapa jam,” ujar salah satu warga Kabupaten Pati, Astuti.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...