Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tiga Amalan yang Dicintai Allah SWT dan Jadi Ladang Amal Bagi yang Melaksanakan, Apa Saja?

Tiga Amalan yang di Cintai Allah SWT dan Jadi Ladang Amal Bagi yang Melaksanakan Apa Saja

Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus- Amalan dalam ajaran Islam cukup banyak macamnya. Di antara amalan ini, ternyata ada yang paling disukai Allah SWT namun masih banyak orang yang belum mengetahuinya.

Amalan yang dicintai Allah SWT ini bila dilaksanakan dan diistiqomahkan akan menjadi ladang amal yang tak akan terputus dunia akhirat. Yuk! Kita kenali amalan apa saja itu?

Melansir dari inews.id (07/07/2021), tiga amalan yang paling dicintai Allah SWT dalam Islam adalah salat pada waktunya, jihad fi sabilillah, serta berbakti kepada orang tua yakni ibu dan bapak yang telah melahirkan, mendidik serta membesarkan.

Baca juga: Keutamaan Hari Jumat dan  Amalan-Amalan Hari Jumat yang Rugi Jika Dilewatkan

Ketiga amalan utama tersebut disebutkan dalam hadist Nabi SAW yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud.

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amal perbuatan yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab, “Melaksanakan salat pada waktunya.” Kemudian aku bertanya, “Lalu apa lagi?” Rasulullah SAW menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah SAW menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Ia berkata, “Demikianlah Rasulullah SAW menyebutkannya kepadaku, andai aku menambah pertanyaan, niscaya Rasulullah SAW menambahkannya.”

Dalam hadits lain disebutkan mengenai keutamaan berbakti kepada orang tua.

Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, Aku berkata, “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, ” Salat pada waktunya .” Aku berkata, “Lalu apa?” Beliau menjawab, ” Berbakti kepada kedua orang tua .” Aku berkata, “Lalu apa?” Beliau menjawab, ” Berjihad di jalan Allah .” Shahih: Al Bukhari (527) dan Muslim (85).

Berikut ulasan tiga amalan yang paling dicintai Allah SWT:

1. Salat Pada Waktunya

Dari hadits tersebut di atas jelas disebutkan amalan yang paling dicintai Allah SWT pada urutan pertama yakni salat pada waktunya. Sebagian ulama menyebutkan mengerjakan salat tepat pada waktunya paling utama yakni ketika mendengar suara azan lalu segera mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid atau musala untuk menunaikan salat berjamaah.

Mengerjakan salat tepat waktu juga memiliki keutamaan yakni terhindar dari sifat lalai dan munafik.

Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. Al Ma’un: 5).

Yaitu mereka yang sudah berkewajiban mengerjakan salat dan menetapinya, kemudian mereka melalaikannya. Hal ini adakalanya mengandung pengertian tidak mengerjakannya sama sekali, menurut pendapat Ibnu Abbas, atau mengerjakannya bukan pada waktu yang telah ditetapkan baginya menurut syara; bahkan mengerjakannya di luar waktunya.

Salat tepat waktu juga akan menjadi cahaya di Hari Kiamat

Dari Abdullah bin Amru, dari Nabi SAW; bahwasanya suatu hari beliau pernah menyebutkan mengenai salat seraya bersabda: “Barangsiapa yang menjaganya, ia akan mempunyai cahaya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mempunyai cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat dan ia akan tinggal bersama Qorun, Firaun, Haman dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad) [No. 6288].

2. Jihad Fi Sabilillah

Amalan yang paling dicintai Allah SWT berikutnya yakni jihad fi sabilillah. Jihad disini bukan hanya berperang melawan musuh atau kaum yang tidak beriman. Namun, bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama Allah SWT seperti halnya menuntut ilmu dan membantu ekonomi masyarakat dari kemiskinan.

Jihad fi sabilillah juga merupakan sebuah bentuk ibadah kepada Allah SWT yang sangat tinggi nilainya. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk melaksanakannya.

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi”.

3. Berbakti kepada Orang Tua

Amalan yang paling dicintai Allah lainnya yakni berbakti kepada orang tua baik ketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Saat kedua orang tua masih hidup, manusia wajib menghormatinya, berbakti kepadanya dan memuliakannya dengan tidak menyakiti hati kedua orang tua baik melalui perkataan maupun perbuatan. Sedangkan saat kedua orang tua sudah tiada, kewajiban seorang anak yakni mendoakannya.

Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra: 23-24).

Hadis-hadis yang menyebutkan tentang berbakti kepada kedua orang tua cukup banyak, antara lain ialah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Anas dan lain-lainnya yang mengatakan bahwa pada suatu hari Nabi Saw. naik ke atas mimbar, kemudian beliau mengucapkan kalimat Amin sebanyak tiga kali. Maka ketika ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah yang engkau aminkan?” Maka Nabi Saw. menjawab:

Jibril datang kepadaku, lalu mengatakan, “Hai Muhammad, terhinalah seorang lelaki yang namamu disebut di hadapannya, lalu ia tidak membaca salawat untukmu. Ucapkanlah ‘Amin’.” Maka saya mengucapkan Amin lalu Jibril berkata lagi, “Terhinalah seorang lelaki yang memasuki bulan Ramadan, lalu ia keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan masih belum beroleh ampunan baginya. Katakanlah, ‘Amin’.” Maka aku ucapkan Amin. Jibril melanjutkan perkataannya, “Terhinalah seorang lelaki yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah seorangnya, lalu keduanya tidak dapat memasukkannya ke surga. Katakanlah, ‘Amin’.” Maka aku ucapkan Amin.

 

 

Pembaca: Chambali
Editor: Dani Agus
Sumber : inews.id

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.