Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Trekking sambil Menikmati Keindahan Promasan, Kampung Tertinggi di Gunung Ungaran

Trekking sambil Menikmati Keindahan Promasan Kampung Tertinggi di Gunung Ungaran

Hamparan kebun teh di sekitar Promasan (ngesrepbalong.blogspot.com)

MURIANEWS, Kudus- Dukuh Candi Promasan merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah yang sudah cukup familiar di kalangan pendaki. Sebagian pendaki memilih jalur ini karena tertarik dengan pesona alam di sekitar kampung yang populer disebut Promasan itu.

Secara administratif, Promasan berada di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Lokasinya terpencil, di tengah hutan atau kawasan kebun teh di lereng Gunung Ungaran.

Promasan menjadi tempat hunian tertinggi di Gunung Ungaran yang mencakup wilayah Kendal dan Semarang. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.436 meter dari permukaan laut (mdpl), membuat Promasan menjadi pemukiman tertinggi di Kabupaten Kendal.

Baca juga: Fisik 48 Personel SAR Semarang Digembleng di Lembah Gunung Ungaran

Gunung ungaran telah menjadi pilihan untuk aktivitas alam bebas dewasa ini. Baik kalangan pendaki sendiri, hingga masyarakat umum berbagai jenjang umur pun ramai-ramai berkunjung.

Maka tak heran jika setiap Sabtu dan Minggu maupun hari libur banyak yang datang di kampung ini. Tak hanya mereka yang mendaki gunung, tapi juga para biker yang berjibaku melewati jalanan berbatu sejauh lima kilometer.

Tak kalah seru adalah mulai banyaknya para pegiat trail running dan juga pegiat trekking yang menyusuri hutan dan perkebunan teh untuk sampai di kampung Promasan. Tak sekadar olahraga, mereka juga menikmati suasana alam Gunung Ungaran yang indah dan berudara segar.

Dilansir dari viva.co.id (13/01/2022), untuk sampai di Ngesrepbalong bisa naik mobil maupun sepeda motor. Atau yang suka “ngoyo” dan rela pegal, bisa juga genjot sepeda, tapi harus berhitung betul karena tanjakannya ekstrem.

Bagi mereka yang hobi trail running maupun trekking jalan kaki, bisa parkir di Ngesrepbalong, tepatnya di dekat pintu masuk kebun teh Medini. Dari situ bisa langsung start menggeber kaki di jalan berbatu maupun jalan setapak menuju Promasan.

Budi, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Semarang mengaku hobi trekking di berbagai tempat. Menurutnya, jalur trekking ke Promasan termasuk favoritnya. Sudah beberapa kali ia mencoba trekking di sini lewat jalur yang berbeda.

“Yang mainstream sih lewat jalan berbatu menyusuri kebun teh. Tapi sekarang sudah ramai sama biker yang berombongan menuju Promasan. Bagi trekker, lebih suka jalur yang tenang. Maka saya dan kawan-kawan cari jalur jalan setapak meski harus menaiki bukit. Dan kita dapat bonus panorama alam dari ketinggian yang bagus sekali, yang tak bisa dilihat kalau lewat jalur biasa,” ceritanya saat istirahat di bawah pohon di atas kebun teh.

Ia menyarankan, kalau mau trail running maupun trekking di sini,  memakai perlengkapan minimal yang standar. Seperti sepatu dan lain-lain. Juga membawa bekal minum cukup karena tidak ada penjual di sepanjang jalur yang dilalui.

“Kita ketemu penjual makanan dan minuman ya ketika sampai di kampung Promasan. Di sana ada warung milik warga. Menunya enak juga, ada nasi goreng, nasi rames, kopi, dan yang pas itu nyeruput teh sambil duduk santai di kebun tehnya,” tuturnya.

Selain pemandangan alam, di Promasan ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Antara lain, goa buatan peninggalan Jepang, mata air, kebun teh, serta sebuah pembangkit listrik mikro hidro yang memanfaatkan mata air di kampung tersebut.

Tapi tentu saja, yang tak kalah penting adalah persiapan stamina sebelum trail running maupun trekking. Harus banyak olah raga sehingga fisik benar-benar siap untuk menelusuri jalur trekking yang berkelok dan penuh tanjakan.

 

 

Penulis: Chambali
Editor: Dani Agus
Sumber: viva.co.id

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.