Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Menyentuh Pedagang Kecil

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Belum Menyentuh Pedagang Kecil
Satu pedagang Pasar Rogowongso Pati Sulimah (50) saat menjajakan dagangannya salah satunya minyak goreng. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Kebijakan minyak goreng satu harga yakni sebesar Rp 14 ribu per liter belum menyentuh pedagang kecil di Kabupaten Pati. Pedagang pasar tradisional belum mendapatkan minyak goreng harga murah.

Menurut salah satu pedagang Pasar Rogowongso, Sulimah (50), harga minyak goreng di warungnya masih mahal. Harga minyak goreng berkisar Rp 17.500 per liter hingga Rp 20-an ribu.

“Harga minyak goreng merek Bimoli yang dua liter Rp 39 ribu, Fortune Rp 19 per liter, Jujur 900 ml Rp 19 ribu, Lentera botol 900 ml Rp 17 ribu,” ungkap Salimah.

Harga ini sudah ada sejak empat bulan lalu sebelum Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harga ini bertahan hingga saat ini.

Menurut sepengetahuannya, minyak goreng Rp 14 ribu di Kabupaten Pati baru ada di toko modern. “Yang Rp 14 ribu belum ada di pasar tradisional. Sepengetahuan saya baru di toko modern. Tapi kalau di pasar belum ada,” ungkap pedagang Pasar Rogowongso yang sudah berjualan selama 25 tahun ini.

Baca juga: Harga Turun, Minyak Goreng Langsung Diserbu Warga Kudus

Hal senada juga diungkapkan, pedagang lainnya Erna (36). Ia mengungkapkan harga minyak goreng belum turun di pasar tradisional meski sudah ada kebijakan dari pemerintah.

Ia pun berharap harga minyak goreng dapat kembali murah di pasaran dan tidak hanya di toko modern. Sehingga pelanggannya tidak beralih ke toko modern.

“Harga 17 ribu 17,5 ribu. Durung ntuk (belum dapat) mas. Beritane wes ono (Beritanya sudah ada) tapi belum ada ini mas. Kalau bisa diturunkan, biar konsumen bisa membeli,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santosa mengungkapkan kebijakan pemerintah pusat itu sudah berlaku mulai Rabu (19/1/2022). Ia mengakui kebijakan ini baru ada di toko modern.

“Mulai kemarin sudah diimplementasikan di retail-retail modern yang ada di Pati,” kata Hadi.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...