Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tak Banyak yang Tahu, Titik Nol Kilometer Kudus Ternyata di Sini

Tak Banyak yang Tahu, Titik Nol Kilometer Kudus Ternyata di Sini
Kudus Nol Kilometer terletak di sebelah selatan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.
(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Warga Kudus ada yang tahu titik nol kilometer Kabupaten Kudus?

Titik nol kilometer Kudus ternyata berada di sekitar Jalan Ahmad Yani, selatan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Tepatnya di depan Apotek Sehat Prima

Titik nol kilometer itu masih berbentuk patok berwarna dominan kuning. Patok itu tingginya sekitar satu meter. Warnanya sudah kusam karena usia.

Di patok itu, tertulis SEM 51 yang berarti Semarang 51 kilomter di bagian atas. Kemudia, Dem 25 yang berarti Demak 25 km di kiri bawah, dan KUD 0, yang artinya nol kilometer Kudus.

Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani mengatakan tempat titik nol kilometer Kudus itu dulunya Jalan Daendels. Nama jalan itu digunakan di masa Belanda.

Baca juga: Sejarah Desa Barongan Kudus Lekat dengan Kiai Barong

“Tugu tersebut dulunya digunakan sebagai tempat mengukur pembangunan Jalan Daendels. Oleh karena itu letaknya ada di pusat kota atau Alun-alun supaya memudahkan pengukuran,” kata Supani, Rabu (19/1/2022).

Supani melanjutkan, dulunya, patok nol kilometer juga digunakan sebagai tempat memperkirakan jarak. Yakni jarak satu kota ke kota lainnya.

Dia melanjutkan, penempatan titik nol Kilometer tidak serta merta diletakkan di depan kantor pos. Dia menjelaskan alasan tugu nol kilometer di Semarang yang diletakkan di depan kantor pos.

“Kalau yang di Semarang itu titik nol kilometer letaknya di kantor pos karena dulunya kota tua itu kan pusat pemerintahan,” terangnya.

Perlu diketahui, titik nol kilometer Kota Semarang juga berada di dekat Alun-alun lama Kota Semarang. Di mana, Alun-alun Kota Semarang itu berada di dekat Pasar Johar Semarang, yang juga tak jauh dari Kantor Pos Semarang.

Menurut Supani, dahulu keberadaan titik nol kilometer sangat membantu bagi orang yang hendak berpergian. Dia berharap agar keberadaan titik kudus nol kilometer dilestarikan.

“Harapannya dilestarikan karena itu bagian dari sejarah juga. Dimana dulunya itu sangat membantu memperkirakan jarak dari satu kota ke kota lainnya,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...