Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada yang Baru di Gelaran Simpang 7 Master di Kudus Tahun Ini

Simpang 7 Master
Atlet bulutangkis Kudus berlatih di GOR PB Djarum, Jati, Kudus belum lama ini.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Turnamen bulutangkis Simpang 7 Master akan diselenggarakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kudus. Rencananya turnamen ini akan digelar pada Febuari mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus.

Simpang 7 Master merupakan even bulutangkis individual untuk atlet usia SD/MI se-Karesidenan Pati. Mulai dari kelas I sampai kelas VI SD /MI.

Tahun ini format pertandingan turnamen ini akan dilaksanakan pertingkat. Dimulai dari kelas I-II SD/MI, kemudian kelas III-IV SD/MI, dan kelas V-VI SD/MI.

Berbeda dibanding sebelumnya, Simpang 7 Master tahun ini akan mengundang lebih banyak peserta. Jika di edisi sebelumnya di 2019 hanya mengundang lima kabupaten saja, kali ini PBSI Kudus juga mengundang dua kabupaten lain. Yakni Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.

“Dulu yang biasa ikut Simpang 7 Master ada lima. Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Rembang, dan Blora. Tahun ini kami tambah dua kabupaten,” kata Referee turnamen Simpang 7 Master, Pujiasto, Rabu (19/1/2022) sore.

Menurut Pujiasto, penambahan dua kabupaten itu agar muncul variasi atau inovasi baru di Simpang 7 Master. Hal ini sekaligus sebagai pemantauan pembinaan bulutangkis di kedua kabupaten tersebut.

“Sambil kami melihat perkembangan bibit bulutangkis di dua kabupaten itu seperti apa. Dua kabupaten ini kami pilih karena yang terdekat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Turnamen Bulutangkis Simpang 7 Master Digelar Febuari di Kudus

Pujiasto tidak menampik jika dua kabupaten itu memiliki atlet bulutangkis yang bagus. Hal itu terlihat dari beberapa penghuni PB Djarum yang berasal dari dua kabupaten tersebut.

“Harapannya dengan adanya penambahan dua kabupaten ini kompetisi semakin ramai dan kompetitif,” harapnya.

Senada, Ketua Umum PBSI Kudus, Yuni Kartika menyampaikan penambahan kedua kabupaten di Simpang 7 Master bertujuan untuk membuat persaingan semakin kompetitif. Selain itu untuk memantau pembinaan bulutangkis di dua kabupaten tersebut.

“Supaya kompetisinya lebih tajam dan merata karena menjangkau lebih banyak kabupaten,” katanya, Rabu (19/1/2022) sore.

Yuni berharap atlet-atlet bulutangkis cilik dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sehingga mampu mengukir prestasi lebih baik.

“Bisa menjadi ajang untuk mengukur kemampuan mereka dan tentunya mengukir prestasi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...