Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JABAR

Bensa: Bensin dari Kelapa Sawit Inovasi Tim Peneliti ITB

tim peneliti tunjukkan bensa (tempo.co)

MURIANEWS, Bandung- Tim riset dari Pusat Rekayasa Katalisis, Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat inovasi baru berupa bensa, yakni bansin yang terbuat dari minyak kelapa sawit. Demonstrasi pemakaian bensa itu sendiri juga sudah dilakukan oleh tim di PT Pura Barutama divisi Engineering di Kudus sepekan lalu.

Anggota tim riset, Melia Laniwati Gunawan mengatakan, bens aitu sudah dilakukan uji coba digunakan pada dua mobil dengan perjalanan dari Kudus hingga Bandung. Selama perjalanan itu, dua mobil berjalan dengan lancar.

“Perjalanan biasa saja seperti pakai bensin fosil yang dibeli dari SPBU, tidak ada kendala apa-apa,” ujarnya dilansir dari Tempo.co, Rabu (19/1/2022).

Melia mengatakan, pengembangan inovasi tersebut menjalin Kerjasama dengan PT Pura Barutama divisi Engineering Kudus. Sebab perusahaan tersebut yang mempunyai kilang kelapa sawit. Bahkan kilang milik PT Pura bisa untuk memproduksi bensa kurang lebih 400-500 liter per hari. Sementara untuk reaktor katalis bensa ditempatkan di laboratorium kampus ITB.

Baca: Motor Skutik Anda Boros Bensin? Coba Perhatikan Hal-Hal Ini Biar Irit

“Dengan reaktor tersebut kami bisa membuat katalis khusus untuk bensa 40-50 kilogram per batch,” terangnya.

Sebelumnya pada 2019 anggota tim telah mengujinya untuk digunakan sebagai bahan bakar untuk sepeda motor. Penggunannya pun tanpa harus mengubah mesin kendaraan dan tangki bahan bakarnya. Hal itu lantaran senyawa-senyawa kimia yang ada di bensa sama dengan yang ada di bensin dari minyak fosil.

“Bedanya justru ada pada gas buang. Bensin minyak bumi masih mengandung sulfur atau belerang. Kalau bensa, karena diambil dari minyak sawit atau nabati, tidak ada sulfurnya,” ujar Melia.

Lebih lanjut, bensa juga bisa memakai semua jenis atau varian kelapa sawit untuk diperas hingga menghasilkan crude palm oil (CPO). Proses pengolahan selanjutnya dianamakan industrial vegetable oil (IVO) atau minyak sawit industrial.

“Sebagian dari produk IVO ini digunakan untuk bahan baku pembuatan bensa,” katanya.

Baca: Tinggal di Kios Bensin dan Kena Diabetes, Kakek Sebatang Kara Ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Tim IPB juga mengaku telah membangun satu unit percontohan untuk mengolah CPO menjadi IVO berkapasitas 6-7 ton per jam. Bensa yang dihasikan dari unit percontohan itu memiliki nilai Research Octane Number (RON) lebih dari 100.

Tim menurunkan bilangan oktan bensa menjadi 93 dengan cara mencampurnya dengan nafta dari minyak fosil yang memiliki nilai oktan rendah yaitu sekitar 70–80. Angka bilangan oktan 93 untuk menyesuaikan dengan bensin fosil yang berkisar 90-98.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Tempo.co

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.