Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tujuh Desa Gelar Pilkades, Pemkab Kudus Siap Kucurkan Dana Ratusan Juta

Tujuh Desa Gelar Pilkades Pemkab Kudus Siap Kucurkan Dana Ratusan Juta

Ilustrasi: Pelaksanaan Pilkades di Desa Jekulo.
(MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Tujuh desa di Kabupaten Kudus bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada Maret mendatang. Pemkab Kudus sudah menyiapkan anggara Rp 475 juta untuk kelancaran pelaksanaannya.

Perlu diketahui, tujuh desa yang melaksanakan Pilkades yakni Desa Hadiwarno dan Desa Mejobo Kecamatan Mejobo, Desa Kaliputu dan Desa Langgar Dalem Kecamatan Kota, Desa Loram Kulon Kecamatan Jati, Desa Ternadi Kecamatan Dawe, dan Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono menyampaikan, besaran bantuan nantinya disesuaikan dengan jumlah pemilih di masing-masing desa.

“Jumlah pemilihnya dikalikan Rp 15 ribu. Itu nanti digunakan untuk pengadaan logistik Pilkades,” kata Adi, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Tujuh Desa di Kudus Gelar Pilkades Pada 30 Maret Mendatang

Anggaran bantuan Pilkades, kata Adi, memang diambilkan dari dana APBD. Namun, untuk mencukupi kebutuhan lainnya, desa bisa saja menganggarkannya melalui APBDes masing-masing desa.

“Hanya saja selama ini dalam pelaksanaannya, anggaran Pilkades hanya bersumber dari bantuan keuangan Pemkab Kudus,” katanya.

Untuk pencairan dana bantuan tersebut, pihaknya kemudian meminta tujuh desa segera menyusun APBDes, sekaligus untuk pencairan dana lainnya. Baik yang bersumber dari pemerintah daerah maupun dari pemerintah pusat. “Lebih cepat maka lebih baik,” pungkasnya.

Subkoordinator Keuangan dan Aset Desa Dinas PMD Kudus, Slamet menambahkan, tujuh desa yang melaksanakan Pilkades juga diharuskan segera membentuk panitia pelaksana. Desa diberi tenggat waktu hingga akhir bulan ini.

“Usai dibentuk, mereka akan berkoordinasi dengan panitia pengarah untuk teknis pelaksanaannya di lapangan,” kata Slamet, Selasa (18/1/2022).

Hasil dari koordinasi tersebut, lanjut Slamet, kemudian akan diajukan ke Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus, dalam hal ini Bupati Kudus. Pasalnya, gelaran Pilkades dilakukan saat ini masih masa pandemi Covid-19.

Slamet menyebutkan, kemungkinan jumlah pemilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS) maksimal adalah sebanyak 500 pemilih. Sementara lokasi TPS bisa ditempatkan di berbagai titik lokasi atau dipusatkan di tempat tertentu sesuai kondisi desa masing-masing.

“Namun tetap dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.