Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sidang Investasi Bodong Jepara, 33 Saksi akan Dihadirkan

Sidang Investasi Bodong Jepara, 33 Saksi akan Dihadirkan
Suasana persidangan perdana kasus investasi bodong yang dijalankan oleh gadis asal Mlonggo Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Kasus investasi bodong yang menyeret perempuan asal Kecamatan Mlonggo, Jepara, Yenimatul Anggraeni masih berjalan. Dalam sidang lanjutan nanti, Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan 33 orang saksi.

Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Ayu Agung, Rabu (19/1/2022) mengatakan pihaknya telah memeriksa ke-33 saksi yang juga menjadi korban investasi bodong itu.

Mereka mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari 1,7 juta hingga Rp 440 juta. Namun, dari 33 saksi itu tidak semuanya bakal dihadirkan dipersidangan. Hanya saksi-saksi substansial yang akan dihadirkan.

“Sementara ini ada 33 nama yang mungkin akan diundang sebagai saksi. Tapi belum tentu semuanya dihadirkan. Kita lihat perkembangan persidangannya ke depan,” terang Ayu.

Pada agenda sidang lanjutan, kata dia, pihaknya akan menghadirkan saksi lain. Tapi belum tahu berapa saksi yang bakal dihadirkan.

Baca juga: Kasus Investasi Bodong Gadis Mlonggo Jepara Mulai Disidangkan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (19/1/2022) sidang kasus investasi bodong itu digelar perdana. Dalam sidang perdana yang dipandu Ketua Majelis Hakim Rightman Situmorang dan dua hakim anggota Yusuf Sembiring dan Andi Wiliam itu, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 7 orang saksi.

Salah seorang saksi, Asabela mengaku tergoda tawaran investasi uang tersebut karena keuntungan yang menggiurkan.

Dia mengaku telah mentrasnsfer Rp 7 juta ke terdakwa, tetapi yang dikembalikan hanya Rp 2 juta. Sementara janji keuntungan yang sempat ditawarkan terdakwa kepada saksi tidak pernah terwujud.

Sebelumnya, Yenimatul, merupakan terdakwa kasus investasi bodong. Ratusan orang diduga menjadi korban dengan beragam jumlah kerugian.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...