Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

SMPN 4 Pati Mantab Jalani PTM Terbatas

SMPN 4 Pati Mantab Jalani PTM Terbatas
Kepala Sekolah SMPN 4 Pati, Mulyono. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Kepala Sekolah SMPN 4 Pati, Mulyono mengaku seluruh siswanya sudah menjalani vaksinasi. Hal ini membuat ia yakni dan tidak khawatir dalam menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

“Seluruh siswa kami sudah divaksin 1 dan 2. Begitu juga gurunya. Sudah mengikuti vaksinasi 1-2,” ujar Mulyono, Selasa (18/1/2022).

Meskipun sudah tervaksin, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) seperti aturan yang telah ditetapkan Pemkab Pati. Kapasitas kelas maksimal 50 persen pun dilakukan pihaknya.

Pihaknya pun membagi dua sesi agar semua siswa dapat mengikuti PTM. Nomor absen 1 sampai 15 masuk sesi pertama. Sedangkan nomor absen 16 hingga 30 masuk sesi ke dua.

Baca juga: Nekat, Vaksinasi Anak di Pati Baru 37 Persen Sudah Gelar PTM

“Jam 7.30-9.30 WIB sesi pertama. Absen 16 seterusnya masuk 10.00-12.30 sesi 2. Materi pelajaran memang ada pemadatan tapi semua mapel harus diajarkan. Jumlah jamnya yang dipangkas,” tutur Mulyono.

SMPN 4 Pati juga hingga kini belum mengizinkan kantin sekolah untuk beroperasi. Termasuk juga, lanjutnya, melarang pedagang keliling jualan di area sekolah.

Para siswa diwajibkan membawa bekal sendiri dari rumah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kerumunan saat istirahat dan pulang sekolah.

Meskipun PTM dilakukan secara terbatas dan mengalami banyak pengurangan jam, para siswa tetap antusias. Mereka senang lantaran sudah rindu bertemu kawan dan mengikuti PTM secara langsung.

“Senang sekali karena sudah lama ndak masuk sekolah terus ketemu teman-teman. Senang banget pokoknya,” ujar salah satu siswa SMPN 4 Pati, Julia Pratiwi.

Siswa kelas IX A ini mengaku sudah hampir dua tahun tidak mengikuti PTM. Sejak bulan Maret 2020 ia terpaksa belajar secara online. Waktu itu, ia masih duduk di kelas XII atau kelas 1 semester genap.

“Belajar online sangat kesulitan. Karena harus ada kuota juga. Terus pelajaran juga susah karena ndak dijelaskan mendetail sama guru,” tandasnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...