Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

40 UMKM Kudus Didata, Ada Apa?

40 UMKM Kudus Didata, Ada Apa?
Ilustrasi UMKM. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus bakal diinventarisasi oleh Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus.

Pendataan itu dilakukan berkaitan terjalinnya kerja sama antara Disnakerperinkop dan UKM Kudus dengan Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SP RTMM) PT. Djarum.

Mereka yang bergerak di bidang kuliner, seperti makanan dan minuman, serta konveksi akan didata oleh dinas. UMKM yang bergerak di bidang lain pun masih bisa ikut bergabung.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati mengtakan, kerja sama itu nantinya saling menguntungkan. Di mana, UMKM bisa menawarkan dan menjual produknya untuk dibeli SP RTM.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi UMKM, Biaya Sertifikasi Halal Reguler Hanya Rp 650 Ribu

Sementara, SP RTMM PT. Djarum yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) akan mendapatkan potongan harga dari pembelian produk UMKM tersebut.

“Teman-teman di SP RTMM PT. Djarum yang sudah punya KTA nanti silahkan berbelanja produk UMKM yang sudah ditentukan tadi. Nanti diberi diskon. Kalau yang tidak punya KTA ya dikenai harga normal,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Rini mengatakan kegiatan kerja sama itu sebagai bentuk untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pelaku UMKM di Kudus.

“Saat ini kami masih inventarisasi. Setelah proses inventarisasi kami akan lakukan MoU (Memorandum of Understanding, red) antara pihak SP RTMM PT. Djarum dengan pihak UMKM,” terang Rini.

Rini berharap kerja sama antara kedua pihak dapat segera terlaksana, sehingga dapat tercipta simbiosis mutualisme. “Harapannya tentu kembali lagi untuk meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP RTMM PT. Djarum, Ali Muslikin mengatakan kerja sama menggunakan KTA bukanlah yang pertama kali. Menurutnya, hal ini sebagai inovasi, sehingga KTA tidak sebatas sebagai tanda pengenal.

“Kami juga sebelumnya bekerja sama dengan waterboom di Kudus. Hampir sama konsepnya, teman-teman yang memiliki KTA ketika berkunjung ke Waterboom dapat diskon,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Senada dengan Rini, saat ini pihaknya masih menunggu data inventarisir UMKM dari pihak Disnakerperinkop dan UKM Kudus. Setelah itu akan ada MoU.

“Harapannya bisa membantu pelaku UMKM di Kudus. Selain itu juga supaya KTA tidak hanya sebagai tanda pengenal saja tetapi bisa lebih bermanfaat,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...