Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Camat Karimunjawa Jepara Bilang Begini Terkait Penjualan Perumahan untuk WNA

Camat Karimunjawa Jepara Bilang Begini Terkait Penjualan Perumahan untuk WNA
Proses pengerjaan proyek The Startup Island di Pulau Karimunjawa. (dok. thestartupisland.com)

MURIANEWS, Jepara – Camat Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Muh Eko Udyyono mengaku tak tahu persis terkait penjualan perumahan untuk Warga Negara Asing (WNA) di kawasan Karimunjawa itu.

Persoalan penjualan perumahan yang diduga diinisiasi WNA untuk WNA itu jadi perbincangan di dunia maya. Itu setelah sebuah akun Twitter bernama Lorraine Riva atau @Yoyen, Jumat (14/1/2022) mengunggah sebuah laman bernama The Startup Island.

Di laman itu disebutkan untuk bisa membeli unit rumah di sana harus merogoh kocek hingga 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta. Warga di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa tempat lokasi proyek pun protes.

Eko sendiri mengaku hanya tahu jika proyek yang sedang berjalan itu adalah pembangunan hotel dan villa bernama The Startup Island. Pembangunan itu dilakukan PT Levels Hotels Indonesia.

Baca juga: Ada Proyek Perumahan di Karimunjawa Jepara Diduga Dijualbelikan Asing, Ini Kata BPN

Proyek itu dibangun di Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. Letaknya tak jauh dari Pelabuhan Legon Bajak.

Eko memastikan lahan proyek tersebut tidak masuk dalam wilayah Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa. Ini persis dengan pengakuan Kepala BTN Karimunjawa, Titik Sudaryanti, saat dihubungi MURIANEWS pada Senin (17/1/2022) kemarin.

“Lahan itu tidak masuk dalam wilayah BTN Karimunjawa. Sejauh ini, pemerintah setempat hanya mengetahui izin lokasi pemanfaatan tempat,” ungkap Eko, Selasa (18/1/2022).

Eko juga mengaku terkejut jika proyek tersebut sudah diiklankan untuk penjualan propertinya. Lebih lagi, penjualannya ditujukan untuk WNA.

Menurut sepengetahuan Eko, izin-izin lain terkait pembangunan properti atau villa belum ada. Ia juga hanya mengetahui jika proyek itu masih dalam proses pemerataan tanah.

Di kesempatan itu, Eko juga memastikan, tidak ada kepemilikan lahan di karimunjawa atas perorangan WNA. Kepemilikan lahan atas nama perusahaan yang melibatkan WNA memang diakuinya ada. Kepemilikan lahan ini digunakan untuk investasi yang berdampak positif bagi perekonomian di Karimunjawa.

“Pada prinsipnya, kami tidak menolak investasi. Yang terpenting adalah mengikuti prosedur seperti perizinannya harus ada, warga setempat juga dilibatkan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan sebuah unggahan sebuah akun di laman twitter. Isinya, ada proyek perumahan di Taman Nasional Karimunjawa yang dijual kepada warga negara asing (WNA).

Kabar itu diunggah akun bernama Lorraine Riva atau @Yoyen, Jumat (14/1/2022) lalu. Sebelumnya, pada akhir tahun 2021 juga sempat ramai di laman Facebook.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...